Balita Gizi Buruk di Kota Tegal 0,16 Persen

  Minggu, 02 Agustus 2020   Dwi Ariadi
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono foto bersama anggota DPR-Ri, Dewi Aryani usai konferensi pers soal gizi buruk di Kota Tegal.(dok.Humas Pemkot Tegal)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Prima Indraswari mengungkapkan, jumlah anak penderita gizi buruk sebanyak 19 orang atau 0,16 persen dari jumlah balita per 30 Juni 2020 yang berjumlah 11. 553 Balita.

Data tersebut disampaikan  dr. Sri Prima Indraswari saat diadakan konferensi pers, Minggu (2/8/2020) di Peringgitan, Rumah Dinas Walikota Tegal.

Hal itu disampaikan sekaligus meluruskan pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan bahwa ada sekitar 150-an balita gizi buruk.

Terkait pemutakhiran data, dr. Prima juga menjelaskan bahwa setiap bulan, Dinas Kesehatan selalu melaporkan perkembangan gizi buruk kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Walikota Tegal.

“Setiap bulan kami melaporkan dan laporannya untuk gizi buruk itu setiap bulannya adalah  jumlah sisa kasus bulan lalu itu berapa, lalu jumlah kasus barunya itu berapa, jumlah kasus yang murni berapa, lalu yang kambuh,''katanya. 

''Jadi, misalnya yang sudah baik lalu kambuh itu ada, kemudian jumlah kasus yang ditangani, lalu hasil penanganan kasus misalnya yang sembuh berapa itu dihitung setiap bulan, makanya setiap bulan datanya berubah,” lanjut dia.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, SE menegaskan, keberhasilan dalam penanganan masalah gizi tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal dalam hal ini Dinas Kesehatan melalui Puskesmas.

Namun, juga butuh sinergitas dan dukungan dari semua pihak, baik dari PKK, Kader Kesehatan/Kader posyandu juga dari orangtua serta likungan sekitar.

''Pemahaman kepada orangtua juga penting karena gizi buruk bukan saja karena orang tua yang tidak mampu memberikan suplemen, vitamin dan susu, akan tetapi adanya kurang perhatian pun akan berdampak pada tumbuh kembang dan kesehatan balita tersebut,''katanya.
 
Dedy Yon menegaskan, terkait masih adanya 19 balita gizi buruk di Kota Tegal, sekarang itu bagaimana caranya Pemerintah Kota Tegal khususnya Dinas Kesehatan Kota Tegal dan Puskesmas Se Kota Tegal ini menyelessaikannya. ''Ini harus menjadi prioritas Pemerintah Kota Tegal,” ucap Walikota.

Sementara itu, anggota DPR-RI, Dewi Aryani menyampaikan bahwa pemberantasan gizi buruk harus menjadi gerakan nasional yang ada di Indonesia.

''Ini juga sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yanb sudah mencanangkan di tahun 2030 Indonesia zero mal nutrisi artinya semua balita di Indonesia harus masuk minimum diambang gizi yang baik,''ujarnya

“Ini tantangannya tidak hanya di Kota Tegal tapi diseluruh Indonesia, bahkan tadi saya juga sempat berkomunikasi dengan pak menteri (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr.Terawan Agus Putranto) bersama-sama kita akan saling mendukung dalam upaya melakukan aktif secara berkala,''tegasnya menambahkan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar