KKN Pulang Kampung, Mahasiswa Kedokteran Gigi Undip Ajak Warga Konsumsi Ikan

  Rabu, 12 Agustus 2020   Dwi Ariadi
Mahasiswa Kedokteran Gigi Undip mengikuti kegiatan Posyandu di Desa Dukuhsembung, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.(dok)

PANGKAH, AYOTEGAL.COM - Dampak pandemi Covid-19, mahasiswa Kedokteran Gigi Undip Semarang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampung halamannya sendiri. 

Seperti yang diakui Melly Presilia, Rabu (12/8/2020). Menurut dia, belum selesainya pandemi covid-19 menjadikan beberapa kegiatan mengalami perubahan rencana. 

''KKN kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena dilakukan di tempat tinggal masing-masing, atau istilah KKN Pulang Kampung," katanya. 

Program kegiatan, tambah Melly Presilia, kemudian dijalankan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa. Dia pulang ke kampung halamannya guna memberikan edukasi soal kesehatan gigi dan mulut. 

"Program yang diberikan seputar edukasi kesehatan gigi dan mulut mencakup cara menjaga kesehatan gigi selama pandemi," tambahnya. 

Disamping itu, lanjut Melly Presilia, soal perawatan yang boleh ke dokter gigi selama pandemi, serta bahan yang bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dari bahan herbal, bahan dapur, hingga makanan dan minuman. 

Edukasi dilakukan kepada warga melalui Posyandu, Posbindu, dan pelatihan pada kader kesehatan. Dan hasilnya, rata-rata masyarakat masih kurang peduli dengan kesehatan gigi dan mulut. Ketika tidak merasa sakit gigi, maka tidak akan ke dokter gigi. 

Bahkan, ketika sakit masih banyak yang memilih untuk minum obat sendiri. Makanya, salah satu program yang cukup menarik adalah ajakan untuk konsumsi ikan laut bagi masyarakat. Meskipun, Desa Dukuhsembung cukup jauh dari pesisir. 

Menurutnya, konsumsi ikan sebenarnya berpengaruh kepada kesehatan gigi, terutama ketahanan terhadap gigi berlubang. Maka, masyarakat di daerah non pesisir juga perlu meningkatkan konsumsi ikan dan bahan protein lain selain menjaga kesehatan gigi.

Setelah program dijalankan, banyak feedback positif dari warga yang di edukasi. Sebagian sudah mencoba menjalankan materi yang disampaikan dan memperbaiki pola kebersihan. 

Meskipun gigi bukan keluhan utama dan sering kali disepelekan, diharapkan program kecil seperti ini dapat terus berjalan dan meningkatkan taraf kesehatan di masyarakat

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar