Alokasikan Rp 4,2 M, Pemkab Tegal Segera Miliki Lab Uji Swab

  Jumat, 14 Agustus 2020   Dwi Ariadi
Konferensi Pers Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Kamis (13/8/2020).(dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Agar hasil pemeriksaan spesimen swab secepatnya bisa diketahui, Pemkab Tegal berencana membangun laboratorium pemeriksaan uji Real Time- Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di RSUD dr. Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal. 

Dana yang dialokasikan sebesar Rp 4,2 miliar. Hal ini disampaikan Direktur RSUD dr. Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin dalam Konferensi Pers Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Kamis (13/8/2020).

Menurut Guntur, pembelian perangkat RT-PCR tersebut ditujukan agar hasil uji spesimen swab pada kasus suspek dan konfirmasi secepatnya diketahui. 

Dengan demikian, setiap kasus konfirmasi Covid-19 yang muncul cepat dikendalikan, termasuk penyebarannya melalui kontak erat bisa segera dibatasi.

“Selama ini, untuk mengetahui hasil pemeriksaan swab, kita masih bergantung pada laboratorium di luar kota. Seringkali hasilnya baru kita ketahui antara satu hingga dua minggu dari waktu penerimaan spesimen swab di laboratorium tersebut,''katanya. 

Menurut dia, rentang waktu inilah yang harus diperpendek karena idealnya hasil pemeriksaan swab sudah langsung bisa diketahui dalam sehari.

Bupati Tegal Umi Azizah sangat mendukung dibuatnya laboratorium pemeriksaan kesehatan yang ditunjang peralatan RT-PCR. Umi menilai, dengan adanya fasilitas uji RT-PCR di RSUD dr Soeselo ini nanti, maka Kabupaten Tegal bisa menjadi rujukan layanan pemeriksaan RT-PCR daerah lainnya.

“Begitu laboratorium RT-PCR-nya sudah siap, sangat dimungkinkan jika paginya diambil sampel swabnya, maka siang ataupun sore harinya bisa diketahui hasilnya. Keberaraan laboratorium dengan kemampuan RT-PCR ini juga untuk kepentingan jangka panjang, bahkan saat Covid-19 sudah bisa dikendalikan karena vaksin yang ada  berfungsi efektif melawan virus,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Umi mengapresiasi semangat kerja, dedikasi dan pengorbanan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berjuang di garda depan dan belakang dalam mencegah penyebaran virus dan merawat pasien Covid-19. 

Untuk itu, Umi mengharapkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi atau pesan dari pihak-pihak tertentu sehingga kesadarannya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dengan menerapkan protokol kesehatan melemah.

Semangat tenaga kesehatan dan tenaga medis harus selalu dijaga agar terhindar dari rasa cemas dan depresi. Publik diharapkan tidak membangun stigma negatif pada tenaga medis hanya karena dipicu oleh rendahnya pengetahuan tentang Covid-19. 

“Saya yakin, mereka sudah bekerja ekstra hati-hati dan waspada, tinggal bagaimana pasien ataupun keluarga pasien jujur dalam menyampaikan informasi tentang riwayat perjalanan, riwayat sakit dan kontak eratnya.

“Kasus persebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal setiap harinya terus meningkat. Artinya, kondisi kita masih belum aman. Tapi, tidak selamanya pula kita bisa membatasi aktifitas sosial masyarakat, karena dampak di bidang sosial dan ekonomi juga tidak kalah besar,''katanya.

''Tidak ada cara lain, selain secepatnya kita beradaptasi dengan kebiasaan baru. Saya minta seluruh elemen masyarakat untuk terus mengkampanyekan 3M memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,''imbuh Umi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji menyampaikan, anggaran pembuatan laboratorium dan pengadaan peralatan RT-PCR bersumber dari Belanja Tak Terduga APBD Kabupaten Tegal Tahun 2020 tahap dua hasil refocusing yang dikelola pihaknya. 

“Anggaran pengadaan laboratorium dan alat RT-PCR kita alokasikan Rp 4,2 miliar. Ada banyak manfaat sebagaimana yang telah disampaikan direktur RSUD dr. Soeselo dan Bupati Tegal. Intinya, dengan memiliki sarana laboratorium sendiri, kita tidak perlu jauh-jauh mengirimkan spesimen swab kasus Covid-19 ke laboratorium yang ada di Kota Semarang, Surakarta ataupun Yogyakarta,” pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar