Groundbreaking Jateng Valley Diisi Lelang Sepeda Lipat

  Jumat, 14 Agustus 2020   Arie Widiarto
Persiapan peletakan batu pertama pembangunan wisata Jateng Valley yang digelar pada Sabtu (15/8/2020) pagi di Hutan Wisata Penggaron, Ungaran. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG, AYOTEGAL.COM- Acara groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan wisata Jateng Valley pada Sabtu (15/8/2020) pagi di Hutan Wisata Penggaron, Ungaran, didesain bernuansa Jawa Tengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dalam agenda yang disusun Pemprov Jateng, acara diawali  dengan pentas tari Gebyar Jateng Valley kreasi pimpinan  Sanggar Greget Semarang Yoyok Priyambodo, lalu sambutan dari PT Taman Wisata Jateng, dirut Perum Perhutani, gubernur, serta pemberian cenderamata.   

Menariknya lagi, akan digelar lelang tiga sepeda lipat yang dilengkapi tanda tangan gubernur dan hasilnya untuk donasi penanganan Covid 19. 

Puncak acara ditandai pembukaan selubung kain untuk memunculkan tulisan Jateng Valley  oleh Gubernur Ganjar Pranowo dilanjutkan penanaman sembilan jenis pohon langka yaitu kluwak, kanthil, matoa, cendana bali  bungur, duwet, asam jawa, bisbul dan pronojiwo. 

Wisata seluas 371,88 hektare yang bakal menjadi termegah di Asia Tenggara  itu dibangun dengan semangat zaman berbasis Information Technology (IT). 

Meskipun nantinya bergaya futuristik, namun tetap mendekatkan alam kepada pengunjungnya. 

Menurut arsitek Jateng Valley, Ir Budi Faisal MAUD MLA PhD, wisata ini sesuai tagline yang diusung yaitu 'Where Nature Meet Dreams', yaitu bermimpi jauh ke depan tapi selaras dengan alam. 
''Konsepnya kekinian menyesuaikan generasi sekarang dan nanti yang berbasis IT, tapi tetap rimbun  karena penuh tanaman dan pepohonan,'' kata Budi di Semarang, Jumat (14/8/2020). 

Pakar pembangunan wisata lulusan ITB, University of Colorado Denver (AS) dan University of Melbourne (Australia) itu, mengakui bahwa Jateng Valley akan menjelma menjadi wisata berkelas dunia dan nomor wahid di Asia Tenggara. 

Hal itu karena  didukung oleh dua faktor yaitu skala wilayah yang luas mencapai hampir 400 hektare dan keunggulan hutan lebat yang mengelilinginya. 

Dia menjelaskan,  tim yang terlibat merancang wisata ini terdiri atas 20 orang. Jateng Valley  dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu Ecological Sanctuary, Sustainable Leisure dan Futuristic Space. 

Di suaka ekologi misalnya, akan dibangun Eco Safari, Botanical Garden. Di Sustainable Leisure ada Eco Theme Park, Eco Water Park, Eco Hotel dan Resort. 

Sedangkan isi dari Futuristic Space yaitu replika kapal Nuh, Java Educultural Park, Discovery Park dan Museum of President. 

Di museum ini pengunjung akan menyaksikan rekaman sejarah Indonesia  mulai presiden pertama hingga saat ini dengan teknologi display hologram, tambah Budi. 

Praktisi desain bambu itu lalu menjelaskan wahana lain yang tak kalah menarik yaitu penggunaan energi baru terbarukan. ''Kami akan munculkan permainan dengan energi  yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan, seperti tenaga surya, angin dan air. Nantinya ada mobil-mobilan yang tak dijalankan dengan baterai tapi panel surya,'' kata dosen Prodi Magister Arsitektur Lanskap ITB tersebut. 

Penanaman pohon kembali juga dilakukan untuk membangun sebuah hutan kota yang rimbun dan hijau. Harapannya makin menambah indah dan asri wisata itu. 

''Tujuannya adalah membuat traveller makin mencintai alam,'' ujarnya. Dibagian lain, Komisaris Utama PT Taman Wisata Jateng, Prijo Handoko Rahardjo selaku investor, menyatakan optimismenya Jateng Valley akan menyedot kedatangan turis asing. 

Menurut Handoko, pihaknya fokus membangun zona water park, sarana parkir dan hotel dalam pembangunan awal Jateng Valley \nMeskipun dalam kontrak kerjasama nilai investasinya Rp 1 triliun dengan konsesi 35 tahun, namun taksiran kami biayanya lebih dari itu. Info dari arsiteknya untuk water park saja butuh Rp 2 triliun,' katanya. 

Di bagian lain, Kepala Bappeda Jateng Dr Prasetyo Aribowo mengatakan pengerjaan Jateng Valley akan dilakukan secara simultan. Begitu ground breaking dilakukan, segala kelengkapan administrasi teknis, Amdal dan Detail Engineering Design (DED) dituntaskan. 

''Langsung bergerak secara simultan, termasuk dalam penanganan fasilitas  yang sudah lebih dulu ada seperti bumi perkemahan, driving range untuk latihan golf dan outbond,'' kata mantan kadinas kebudayaan dan pariwisata Jateng itu.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar