Waduh, Produk UMKM Lokal Tegal di Rest Area Ternyata Minim

  Jumat, 14 Agustus 2020   Dwi Ariadi
Peserta diskusi sedang bertanya saat acara Ngobrol Inspiratif di Kedai Nyong Kopi, Procot, Slawi.(dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM – Dalam diskusi dengan yang bertemakan ''UMKM Bangkit, Perekomian Melejit'' di Kedai Nyong Kopi di Kelurahan Procot, Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis (13/8/2020), muncul keluhan soal pengembangan produk UMKM lokal Tegal yang belum optimal. 

Buktinya, produk usaha UMKM dari Kabupaten Tegal di rest area jalan tol masih minim. Produk UMKM justru didominasi dari luar daerah, yakni mencapai 80 persen. 

”Yang menjadi kegalauan kita di rest area KM 260 itu adalah, produk-produk yang dijual di sana itu, 80 persen produk dari luar daerah. 20 persennya adalah produk dari Tegal dan Brebes. Apa iya, bila produk lokal Tegal dan Brebes itu mendominasi,” ungkap Anwar, pelaku UMKM.

Dia menyayangkan, produk lokal yang seharusnya mendominiasi justru kalah dengan dengan produk luar. Misalnya, di rest area itu, tahu aci dan kacang bogares yang menjadi andalan Kabupaten Tegal belum ada. 

Salah satu yang menjadi kendala, kata dia, adalah sewa tempat di rest area itu terlalu mahal. Hal itu dimungkinkan para pelaku UMKM kemudian tidak memanfaatkan lokasi yang sudah difasilitasi pemerintah untuk memasarkan produk lokal. 

”Selain modal, salah satu kelebihan para pelaku bisnis dari luar daerah bisa menjangku ke rest area itu adalah bisa membantu kita secara konsinyasi. Kelemahan pelaku usaha kita tidak kuat dalam modal itu,” ungkapnya.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Suspriyanti, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tegal Adhitya Zulton, Ketua UMKM Mapan Sejahtera Nurbaeti Wustadi, dan Dirut PD BPR Bank TGR Kabupaten Tegal Ahmad Efendi dan beberapa pelaku UMKM Kabupaten Tegal.

Adapun Ketua UMKM Mapan Sejahtera Hj Nurbaeti Wustadi menambahkan, memang sewa tempat di rest area itu terlalu mahal. Sementara saat pandemi, sewa kontrak jalan terus, tetapi pembeli sepi, karena dampak corona. 

Meski demikian, karena itu sudah dilakukan, pihaknya tetap semangat dalam menjalankan usahanya. 

”Karena itu, kami mengajak kepada pelaku UMKM agar terus semangat mengembangkan usaha. Jangan menyerah, meski terken dampak. Berharap pula kepada pemerintah, bagaimana agar sewa tempat atau produk lokal itu bias terjual dan menghasilkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UMKM Suspriyanti mengatakan, Kabupaten Tegal mempunyai tiga lokasi rest area yang sudah disampaikan dari Kemnterian PUPR dan Gubernur Jawa Tengah bahwa di rest area peruntukannya 30 persen untuk UMKM lokal. 

Mestinya jika rest area itu ada di Kabupaten Tegal, produk yang dijual itu produk Kabupaten Tegal.

”Silahkan rest area yang ada di Kabupaten Tegal, peruntukannya 30 persen untuk UMKM Kabupaten Tegal. Semua diharapkan bisa ngisi agar UMKM di Kabupaten Tegal dapat dipasarkan,” ungkapnya.

Soal harga sewa di rest area, kata dia, dulu Kementerian PUPR memberikan surat ke bupati, muncul harga sewa per meter di rest area sekitar Rp58 juta. 

”Kami keberatan. Sebab, sangat mahal. Minta diturunkan. Tetapi saat itu, kita lagi berusaha, ada pelaku UMKM yang berani membayar sewa itu tanpa koordinasi dengan dinas,” ungkapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar