Berbagi Waktu Jualan, Mama Muda di Tegal Ini Dampingi Anak Belajar Online

  Selasa, 01 September 2020   Lilisnawati
Aktivitas Riva Mistriana bersama anaknya, Selasa (1/9/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL SELATAN, AYOTEGAL.COM- Adanya pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran sekolah harus dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal itu pun membuat sejumlah orang tua harus esktra mengeluarkan waktunya untuk mendampingi anak-anaknya belajar.

Riva Mastriana (35) misalnya, seorang mama muda dari Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal yang rela mendampingi anaknya belajar di sela-sela berjualan.

Ditemui di warungnya yang berada persis di depan Kantor Arsip Pemerintah Kota Tegal, Selasa (1/9/2020), kerepotan tampak dialami Riva.

Ia harus membagi waktu antara melayani pembeli dan mendampingi anaknya, Intan Mutiara Arsela (8). Terlebih, anaknya baru duduk di kelas 1 di MI Nurul Huda dan harus mendapat pendampingan penuh.

"Dibilang repot ya kadang repot. Namanya dagang kadang ada ramai. Nah pas ramai, anak kadang minta saya cepet-cepet buat menemani belajar," katanya.

Ia mengatakan, proses pembelajaran di sekolah anaknya dilakukan secara campuran yakni tiga hari berangkat dan selebihnya belajar dari rumah.

Maka, ia sengaja mengajak anaknya ikut berdagang untuk bisa mendampingi sekaligus memantau anak belajar online.

"Iya sengaja dibawa. Kalau pulang sekolah saya jemput dulu baru buka warung. Nah kalau lagi libur jam segini pasti ada tugas dari guru. Sehari ada dua sampai tiga tugas. Untungnya anak sudah bisa tulis, jadi tinggal dampingi saja," ucapnya.

Bukan hanya itu, adanya pembelajaran daring juga mengharuskan ibu tiga anak itu mengeluarkan kocek untuk membeli ponsel pintar.

"Iya kemarin terpaksa beli hp baru yang bisa buat Whatsapp. Belajar cara pakainya juga, karena sebelumnya cuma pake hp jadul saja," bebernya.

Riva juga mengaku, harus membeli kuota sebesar Rp22.000 tiap tiga hari sekali untuk kebutuhan belajar online.

"Kalau ada pulsa gratis dari sekolah malah seneng saya. Bisa meringankan," ucapnya.

Ia berharap, mudah-mudahan pembelajaran secepatnya dilakukan secara tatap muka penuh. Selain anak yang sudah mulai jenuh juga agar orangtua fokus mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar