Waspada, Angin Kencang Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Jateng

  Selasa, 08 September 2020   Dwi Ariadi
Petugas BMKG saat menunjukkan pemantauan kecepatan angin (ayosemarang.com/Vedyana)

SEMARANG, AYOTEGAL.COM- Fenomena angin kencang saat ini masih sering terjadi di sejumlah wilayah, tak terkecuali di Jawa Tengah.

Kasi Observasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengatakan, angin kencang terjadi karena ada perbedaan tekanan tinggi Benua Australia dengan tekanan rendah di Benua Asia.

"Udara secara alami akan bergerak dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi (Australia) ke tempat yang bertekanan rendah (Asia). Semakin besar perbedaan tekanan maka angin yang dihasilkan juga semakin kencang. Inilah yang menjadi faktor pemicu munculnya fenomena angin kencang," ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (8/9/2020).

Yoga menambahkan, BMKG mencatat adanya angin kencang di sejumlah wilayah di Jateng, seperti Cilacap, Semarang dan sekitarnya.

"Untuk rata-rata kecepatan angin itu 14-15 knot atau sekitar 27 km/jam Tapi terkadang terjadi lonjakan sesaat kecepatan angin yang mencapai lebih dari 20 knot atau 36 km/jam," imbuhnya.

Menurutnya, kecepatan angin tersebut belum termasuk kategori ekstrim. Meski demikian masyarakat tetap harus mewaspadainya. "Kalau kategori ekstrim kecepatan anginnya di atas 25 knot atau setara dengan 45 kilometer per jam," ucapnya.

Ia pun mengimbau kepada warga Jateng untuk tetap mewaspadai potensi bencana di musim kemarau saat ini. Mulai dari kekeringan, kebakaran lahan dan hutan serta potensi cuaca ekstrem lokal seperti angin kencang atau lesus, temperatur ekstrem.

"Fenomena kencang angin kencang ini kemungkinan masih akan terjadi sepanjang masih ada perbedaan tekanan yang cukup besar antara Benua Australia dengan Benua Asia,''katanya.

Selain itu, lanjut dia, ada potensi angin kencang yang lingkupnya lokal saja, biasanya karena perbedaan pemanasan matahari yang biasanya disebut lesus (dust devil). 

''Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama daerah yang punya pohon-pohon tua dan rimbun. Karena rawan untuk tumbang," imbaunya.(Vedyana Ardyansah))

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar