Gandeng Satpol PP, Bea Cukai di Tegal Giatkan Operasi Rokok Ilegal

  Selasa, 15 September 2020   Dwi Ariadi
Bincang Kreatif dengan Tema ''Penegakan Hukum terhadap Rokok Ilegal'' di Radio Slawi FM, Selasa (15/9/2020).(dok.Diskominfo Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Penindakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal terus digiatkan oleh Kantor Bea dan Cukai di Kabupaten Tegal. Dengan menggandeng Satpol PP, operasi penindakan digencarkan di 18 kecamatan.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Bincang Kreatif dengan Tema ''Penegakan Hukum terhadap Rokok Ilegal'' di Radio Slawi FM, Selasa (15/9/2020).  

Talkshow yang diselenggarakan oleh LPPL Radio Slawi FM bekerja sama dengan Diskominfo  hadir Kasub Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kantor Bea dan Cukai, Nur Rahmat Setiawan.

Selain itu, Kepala Seksi Pembinaan, pengawasan dan penyuluhan Satpol PP, Tabah Topan Widodo Kasubag SDA Bagian Ekbang Kabupaten Tegal, Bintang Suryowicaksono sebagai narasumber yang disiarkan secara live di kanal youtube Pemkab.Tegal.

Menurut Nur Rahmat, jual beli rokok ilegal dapat dikenai sanksi pidana penjara dan atau denda, sesuai dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Dikatakan, peredaran rokok ilegal juga mengurangi pendapatan negara yang jumlahnya cukup besar. ''Oleh karena itu peredaran rokok ilegal perlu kita awasi,''katanya. 

Menurut Nur Rahmat, dalam upaya penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal di Kabupaten Tegal, pihaknya telah bekerja sama dengan Satpol PP.

''Petugas melakukan pengawasan peredaran rokok ilegal di toko, kios dan para pedagang rokok yang ada di beberapa wilayah di Kabupaten Tegal,''jelasnya. 

“Cukai adalah pungutan negara konsumsinya, peredarannya, pemakainaya perlu diawasi salah satunya cukai hasil tembakau dan apabila ditemukan pelangarannya kita tindak,''lanjutnya. 

Adapun Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP, Tabah Topan Widodo menambahkan, pihaknya telah melakukan  kegiatan operasi di 18 Kecamatan dengan sasaran toko, kios dan pedagang rokok guna pemgumpulan informasi keberadaan rokok ilegal.

Menurut Tabah, operasi setidaknya dua kali dalam setahun dan hasil operasi di lapangan dilaporkan ke kantor Bea dan Cukai Tegal guna tindakan lebih lanjut.

Kasubbag Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Tegal Bintang Suryowicaksono, menjelaskan terkait DBHCT Kabupaten Tegal tahun 2020 sebesar Rp. 7.276.449.000. 

Dana tersebut digunakan untuk mendanai program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

''Tujuan program tersebut adalah untuk menanggulangi dampak negatif rokok, dampak kebijakan cukai hasil tembakau dengan sasaran prioritasnya petani tembakau dan tenaga kerja pabrik rokok,''kata Bintang Suryowicaksono.

Adapun bidang kesehatan, lanjut dia, untuk mendukung program jaminan Kesehatan Nasional paling sedikit 50% dari DBHCHT yang diterima daerah.

''Program pembinaan lingkungan sosial bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat meliputi bantuan pengembangan tanaman komoditas perkebunan seperti kopi dan kakao bagi perkebunan tembakau.''

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar