PN Tegal Putuskan Tidak Diterima Gugatan Pedagang Eks Penggusuran Lahan PT KAI

  Rabu, 16 September 2020   Lilisnawati
Sidang putusan gugatan para pedagang di Jalan Kolonel Sudiarto atas penggusuran lahan oleh PT KAI, Rabu (16/9/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Tegal akhirnya memberikan putusan terkait gugatan para pedagang di Jalan Kolonel Sudiarto Kota Tegal atas penggusuran yang telah dilakukan PT KAI, Rabu (16/9/2020).

Dalam sidang tersebut, pengadilan mengungkapkan bahwa gugatan para pedagang tidak dapat diterima atau Niet Otvankelijke Verklaard (NO).

Humas PN Tegal, Fatarony mengatakan, tidak diterimanya gugatan para pedagang lantaran dasar hukum dalam gugatan tersebut masih dinilai kurang.

"Jadi gugatan bukan ditolak, tapi tidak diterima atau mendapat putusan NO karena ada kekurangan dalam penyusunan gugatan antara posita dan petitum," jelasnya.

Maka dengan adanya putusan hukum ini, para pedagang bisa mengajukan banding atau gugatan baru lagi selama 14 hari ke depan.

Sementara terkait hak tanah, Fatarony menyebut bahwa tanah tersebut masih berstatus eigendom atau tanah milik negara.

"Soal hak tanah, statusnya kembali ke perkara tiada. Jadi putusan ini sama-sama dianggap tidak ada," ungkapnya.

Menangggapi itu, Kuasa Hukum Penggugat, Faturakhman mengatakan, pihaknya berencana akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

Sebab, ia menilai putusan dari PN Tegal masih dianggap belum memberikan keadilan kepada masyarakat.

"Kami akan berembuk dengan pedagang untuk ajukan banding ke pengadilan tinggi, karena hasil putusan bukti bahwa keadilan belum bisa didapat oleh masyarakat," ucapnya.

Ia pun menyayangkan putusan dari majelis hakim tetsebut.

"Padahal sudah diketahui bahwa warga sudah menempati lahan tersebut lebih dari 20 tahun. Surat pembayaran PBB juga sudah kami lampirkan dengan cukup. Tapi majelis hakim mengatakan belum cukup," bebernya.

Menurutnya, pihaknya akan kembali mengumpulkan bukti lain seperti PBB tahun 60 dan 70-an serta bukti-bukti lain yang menguatkan bahwa warga lebih lama menempati lahan tersebut

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar