Bos Dedy Jaya Grup Berbagi Kiat Bisnis pada Wirausaha Pemuda Tegal, Ini Sarannya

  Rabu, 16 September 2020   Dwi Ariadi
Bos Dedy Jaya Grup Muhadi Setiabudi menerima kenang-kenangan lukisan karikatur dari FKP Kabupaten Tegal dengan didampingi Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Plt Kepala Parpora Kabupaten Tegal Suharinto dalam acara seminar, Rabu (16/9/2020).(Dwi Ariadi/Ayotegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Merintis usaha bisnis berangkat dari zero kemudian kini menjadi hero tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. 

Diperlukan kerja keras dan tidak pantang menyerah untuk meraih sukses. ''Pemuda jangan sampai jadi pemalas. Beranjak dan tampil dalam berani menghadapi risiko tantangan,''kata Bos Dedy Jaya Grup, Muhadi Setiabudi dalam Seminar Enterpreneurship di Hotel Grand Dian Slawi, Rabu (16/9/2020).

Dalam kegiatan yang digelar Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Tegal tersebut, Muhadi blak-blakan cerita kisahnya dalam merintis beragam usaha. 

Muhadi mengaku banting setir mulai bisnis saat usia 39 tahun. Sebelumnya menjadi seorang kondektur bus. 

''Saya lulusan UGM. Tapi jangan bayangkan UGM itu kampus yang terkenal, tapi Universitas Gerandulan Mobil jurusan Randudongkal Pemalang-Jakarta,''kenangnya.

Menyemangati peserta yang sebagian besar merupakan pengusaha muda, Muhadi memberikan saran-saran dalam menjalani bisnis.

Dikatakan oleh Muhadi dalam dialog yang dipandu oleh Pembina FKP, Setya Teguh Yuwana dan juga dihadiri Plt Kepala Dinas Parpora Kabupaten Tegal, Suharinto, seorang pebisnis punya prinsip ''vini, vidi, vici''. 

Kalimat yang populer dipakai oleh Julius Caesar di Zaman Romawi itu, lanjut Muhadi, sangat cocok bagi seorang pengusaha. 

''Saya datang, saya melihat dan saya menang. Karena itu, ketika saya datang ke suatu lokasi kemudian melihat peluang maka saya dirikanlah sebuah hotel ini salah satu contohnya,''ujarnya.

Selain itu, Muhadi yang dikenal pebisnis berbagai usaha di antaranya angkutan, rumah sakit, perguruan tinggi dan hotel ini juga menyarankan sebagai seorang pengusaha harus bisa menjaga kepercayaan. 

''Salah satunya, kalau utang secepatnya dibayar seperti utang bank. Dari situlah maka akan tumbuh kepercayaan. Kebanyakan ketika orang dipercaya utang bank lantas gaya hidupnya seolah-olah tidak punya utang. Beli mobil yang mahal, rumah bagus dan gaya hidup yang wah, sementara uang tersebut hasil dari utang,''ujarnya. 

Menurut Muhadi, prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh pengusaha adalah punya etos kerja keras, pandai menangkap peluang dan mengubah pikiran stres menjadi sesuatu yang menghasilkan. 

''Seorang pengusaha jangan takut stres. Dan, yang terpenting tetap jaga kesehatan. Karena antara sehat dan uang itu harus chemistry,''tandasnya.      

Sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat membuka acara memberikan motivasi agar pengusaha muda pandai dalam menangkap peluang usaha. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar