Disiplinkan M3, Umi Azizah Inginkan Warga Pakai Masker seperti Kebutuhan Ponsel

  Kamis, 01 Oktober 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah saat Konferensi Pers di Posko Gugus Tugas, Kamis (1/10/2020)

SLAWI, AYOTEGAL – Kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (M3) menjadi kunci keberhasilan memutus mata rantai penularan Covid-19.

Sanksi sosial dan denda seketat apapun tidak akan optimal, tanpa diimbangi kedisiplinan warga. 

Hal itu disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 saat konferensi pers yang digelar oleh Dinas Kominfo  di Posko Gugus Tugas, Kamis (1/10/2020)

Menurut Umi, perkembangan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Tegal hingga saat ini sangat memprihatinkan. Kelonggaran di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) justru makin menambah jumlah kasus Covid-19.

''Pemerintah Kabupaten Tegal terus  mengambil langkah-langkah komprehensif dan gencar melakukan upaya pencegahan.  Kegiatan masyarakat yang dapat mengundang kerumunan massa juga dilarang dilaksanakan,''katanya.
 
Dalam acara yang dipandu Kepala Diskominfo Dessy Arifianto tersebut, Bupati Umi menegaskan, langkah preventif telah dilakukan yakni memberikan kelengkapan semua kebutuhan medis, menyiapkan rumah sakit rujukan, rumah sakit darurat, tempat karantina komunal. 

''Tidak kalah pentingnya selalu  melakukan tracing bagi setiap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien yangg positif  sampai tes swab.''

Umi menambahkan, langkah untuk menekan penyebaran Covid 19 juga diterbitkan Perbup 62 Tahun 2020 tentang Peningkatan Displin dan Penerapan Protokol Kesehatan. 

Perbup yang efektif diberlakukan mulai tanggal 25 September 2020  mengatur mengenai sanksi administratif denda dan sanksi sosial bagi warga masyarakat yang melanggar protokol kesehatan..

Menurut Umi, langkah Pemkab Tegal dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 sudah cukup maksimal namun demikian harus sinergi antara Tim Gugus tugas dengan masyarakat dalam upaya untuk melakukan langkah pencegahan.

''Sebesar apapun denda yang diberikan pada masyrakat yang melanggar protokol kesehatan atau sekeras apapun sanksi sosial yang dijatuhkannya tanpa ada kesadaran masyarakat untuk disiplin dalam beraktivitas dengan melakukan 3 M, maka penyebaran Covid 19 di Kabupaten Tegal sulit ditekan,''tegasnya.

''Saya punya semacam keinginan, bagaimana pemakaian masker itu seperti orang yang punya handphone. Ketika tertinggal sebentar atau lupa mesti panik karena sudah menjadi kebutuhan,''lanjut Umi. 

Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh warga masyarakat dan awak media untuk terus disilpin dalam menerapkan protokol kesehatan dimanapun beraktivitas mengingat perkembangan kasus positif di beberapa daerah telah meningkat cukup tajam.

Pemkab Tegal, lanjut Umi, akan terus bergerak melakukan langkah-langkah terkait dengan rekomondasi izin kegiatan masyrakat yang berpotensi mengundang kerumanan massa. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar