Potret Budaya Ritus Nyi Cowong di Cacaban Tegal

  Senin, 19 Oktober 2020   Dwi Ariadi
Syamsul Falah.(dok)

AYOTEGAL.COM - Ada salah satu tradisi budaya di Kabupaten Tegal yang sangat menarik, yakni Ritus Nyi Cowong di Cacaban. Ritus ini merupakan salah satu acara adat yang dipercaya untuk memanggil hujan.

Biasanya dilakukan pada saat musim kemarau. Amin yang merupakan pemuda asli cacaban, narasumber dari penulis menuturkan, acara adat ini di lakukan selama 40  hari berturut - turut dan harus dilakukan di malam hari setelah isya.

Selama acara kidung harus dinyanyikan sesuai permintaan Cowong lewat pawang apabila kidung salah maka Cowong tidak akan gerak atau marah. 

Selama prosesi, tidak boleh mengejek si Cowong karena akan marah. Ketika menjelang selesai acara si Cowong akan meminta kidung bajing loncat dan ditemani untuk menari dari penonton laki-laki. Di akhir acara, si Cowong minta mandi di bak yang sudah disediakan. 

''Adapun sarana/alat ritus yang digunakan berupa boneka berkepala batok (irus), kurungan berselimut kain, alat musik, menyan berikut pembakarannya, satu orang laki-laki (sebagai teman menari pada saat kidung terakhir), air dalam bak untuk mandi cowong,''kata Amin 

"benta benti aja lali lali laki 
luruhna udah aja lenggok lenggok ewes". Demikian salah satu bait yang dikidungkan.

Ritus Nyi Cowong terakhir dilakukan sekitar 3 tahun yang lalu saat acara Cacaban Culture festival yang diadakan oleh KNPI Kedungbanteng memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2017.


Ritus Nyi Cowong, bagi hemat penulis merupakan salah satu bukti wajah masyarakat Kabupaten Tegal yang sangat harmonis dengan alam. 

Ketika kekeringan maka yang terjadi banyak tanaman kering, hasil pertanian bisa gagal panen, hutan di sekitar Cacaban juga akan mengalami kekeringan sehingga lahan menjadi tandus. 

Dengan ritus Nyi Cowong, berarti ada semacam keinganan masyarakat Cacaban agar keseimbangan alam tetap terjaga. Tidak hanya ritus Nyi Cowong, ada banyak tradisi yang tidak banyak dilakukan kembali, seperti lomba kementing.

Padahal, jika menilik pengertian kebudayaan adalah cipta, rasa dan karsa manusia, mestinya kebudayaan adalah keberlangsungan manusia dalam sebuah tatanan kehidupan itu sendiri. 

Kebudayaan merupakan ruh dari peradaban masyarakat, kalau sebuah masyarakat sudah tak memperdulikan kebudayaan maka bisa sangat dipahami bahwa keberlangsungannya akan menemukan banyak kekosongan dan ketimpangan sosial.

Ada 10 rumah besar kebudayaan yang merupakan manifestasi dari UU No 5 tahun 2017 tentang Kebudayaan. Salah satunya dari 10 tersebut adalah budaya ritus. Kabupaten Tegal tentu saja tidak mau kekayaan budayanya sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh generasi penerus..

Syamsul Falah, dosen Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal/Penulis Ritus Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Kabupaten Tegal

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar