Cerita Pasien Covid-19 Melawan Stigma hingga Sukses Jalani Isolasi Mandiri

  Selasa, 20 Oktober 2020   Lilisnawati
Ilustrasi] Orang yang terjangkit virus corona Covid-19. (Pixabay)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- Stigma negatif dari masyarakat tentang pasien positif Covid-19 memang besar dirasakan oleh orang yang dinyatakan terpapar atau terkonfirmasi positif Covid-19.

Masyarakat berpikir orang dengan status positif Covid-19 harus dihindari dan diasingkan.

Tak sedikit pula mereka mengucilkan dan memviralkan status pasien positif Covid-19 ke media sosial.

Hal itu jelas menambah beban mental pasien positif Covid-19. Terlebih Covid-19 merupakan pamdemi global dan hingga saat ini masih menunggu vaksin diproduksi. Ditambah lagi banyaknya kasus pasien meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Seperti halnya yang dialami oleh seorang mantan pasien positif Covid-19, Taryuli (39) warga Kota Tegal, Jawa Tengah. Ia merupakan seorang tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Sedih dan hancur jelas dirasakan. Ia dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti swab test pada 30 Juli 2020.

"Paginya, tanggal 31 Juli 2020 saya mendapat kabar dari pimpinan saya bahwa hasilnya swab saya positif. Saya pun kemudian disarankan untuk isolasi mandiri karena memang saya tidak ada gejala," jelasnya saat dihubungi, Senin (19/10/2020).

Karena kesehariannya berkecimpung dalam penanggulangan dan pencegahan Covid-19, Yuli pun tahu bagaimana caranya menjalani isolasi mandiri dengan baik dan benar.

Begitu hasilnya menyatakan positif, ia lantas membersihkan dan menyeterilkan lingkungan rumah dengan cairan disinfektan.

"Semua saya bersihkan dengan disinfektan. Sprei, baju semua saya bereskan dan direndem dengan detergen selama 10 menit. Saya juga segera menyiapkan ruangan terpisah untuk tidur dan mengisolasi diri," bebernya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, ia pun berhasil sukses menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh dari Covid-19 tanpa menimbulkan klaster keluarga.

"Saya terapkan apa yang dianjurkan dinkes dalam melakukan isolasi mandiri. Dari mulai memisahkan diri, mengurangi kontak dengan keluarga yang lain, selalu pakai masker, pola hidup bersih dan sehat. Alhamdulillah 10 hari saya sukses isolasi mandiri tanpa ada keluarga yang ikut positif," ujarnya.

Menanggapi stigma negatif dari masyarakat, Yuli menegaskan, bahwa pasien positif Covid-19 tidak perlu diasingkan atau bahkan dikucilkan.

Ia mengatakan, masyarakat hanya perlu menjaga jarak dan memakai masker saat bertemu atau keluarga sendiri yang kebetulan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dan untuk masyarakat, ia berpesan bahwa Covid-19 itu nyata ada, dan sudah banyak korbannya. Masyarakat juga diminta untuk tidak egois dan mementingkan urusan pribadi tanpa mematuhi protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah.

"Jadi mulai hiduplah dengan kebiasaan baru. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak. Anggap semua orang di sekitar kita itu OTG. Kita harus selalu waspada. Ketatkan lagi protokol kesehatan. Jaga imun dengan pola hidup bersih dan sehat," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sri Primawati Indraswari mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani isolasi mandiri di rumah tanpa menularkan kepada yang lainnya. Di antaranya yakni;

1. Masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri diharuskan untuk tetap di rumah dan memisahkan diri di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik.

2. Batasi pergerakan dan minimalkan berbagi ruangan yang sama, seperti dapur dan kamar mandi.

3. Mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan sabun sesering mungkin atau setelah ada kontak dengan pasien atau lingkungan pasien.

4. Pasien menggunakan masker bedah. Anggota keluarga lainnya juga diharuskan tetap memakai masker.

5. Masker tidak boleh disentuh selama dipakai. Jika masker kotor atau basah segera ganti dengan yang baru.

6. Buang masker dengan cara yang benar. Jangan sentuh di bagian depan, tetapi mulai dari bagian belakang dengan memegang tali masker.

7. Segera cuci tangan setelah membuang masker.

8. Pisahkan alat makan untuk pasien dan cuci dengan sabun dan air hangat setelah dipakai.

9. Bersihkan permukaan di sekitar pasien, termasuk toilet dan kamar mandi secara teratur dengan menggunakan sabun atau detergen.

10. Cuci pakaian, seprei, handuk, masker kain pasien menggunakan sabun atau detergen.

11. Hindari kontak dengan barang-barang terkontaminasi pasien/orang yang positif maupun orang tanpa gejala (OTG).

Menurutnya, isolasi mandiri di rumah dilakukan oleh seorang yang dinyatakan positif yang bergejala ringan dan tanpa kondisi penyerta seperti penyakit paru, jantung, dan lainnya.

Isolasi mandiri juga dapat dilakukan pada orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif dan orang tanpa gejala (OTG).

"Mari jaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan kita dari Covid-19. Tetap patuhi protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari," ucapnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar