BINCANG KREATIF, Puspaga Beri Perlindungan Hak Asuh Anak di Kabupaten Tegal

  Rabu, 28 Oktober 2020   Dwi Ariadi
acara Talkshow Bincang Kreatif di Studio Radio Slawi FM yang diselenggarakan Dinas Kominfo dan disiarkan secara Langsung di Channel Youtube Pemkab Tegal, Selasa (27/10/2020).(dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kabupaten Tegal memberikan layanan satu pintu untuk memberikan solusi bagi orang tua, anak dan keluarga dalam menghadapi berbagai masalah keluarga.
 
Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana (P3A-P2KB), Akhmad Khumedi yang didampingi Kasi KPHA Seful Bachri menyampaikan hal itu dalam acara Talkshow Bincang Kreatif di Studio Radio Slawi FM yang diselenggarakan Dinas Kominfo dan disiarkan secara Langsung di Channel Youtube Pemkab Tegal, Selasa (27/10/2020).

Menurut Akhmad Khumedi, tujuan program Puspaga adalah agar orang tua yang punya peran  tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak dapat memberikan kasih sayang, kelekatan keselamatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Hal tersebut, lanjut dia, sejalan  dengan visi dari Pemerintah pusat bahwa negara harus hadir dalam upaya  melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman dan nyaman pada seluruh rakyatnya.
 
''Pemkab Tegal sudah melakukan layanan Puspaga dalam beberapa program di antarnya adalah melindungi anak, kelompok perempuan dan kelompok masyrakat marginal agar dapat meningkat kualitas hidupnya,''jelas dia.


Dikatakan, salah satu program unggulan Puspaga Kabupaten Tegal mengatasi masalah yang memiliki tujuan khusus seperti, tempat pembelajaran keluarga melalui pendidikan keluarga dan sebagai tempat konsultasi bagi anak dan orang tua.

''Dalam upaya melakukan pendampingan dan penanganan bagi keluarga yang bermasalah. Puspaga juga melakukan program Konseling dan Parenting,  yang saat ini paling banyak dilakukan adalah pelayanan mediasi perkawinan usia dini,''tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pengadilan Agama (PA) Slawi, Abdul Basyir menyampaikan, dalam rangka melakukan perlindungan hak anak pihaknya telah menerapkan syarat dalam mengajukan dispensasi pernikahan bagi kelompok yang masih kategori anak, yaitu harus mendapatkan rekomendasi dari kantor DP3AP2KB.

''Kemudian apabila telah mendapat rekomendasi dari kantor DP3AP2KB akan dilakukan pemeriksaan perkara Dsipensasi perkawinan secara ketat dengan tujuan memberikan jaminan agar hak anak atas perlindungan dan keselamatan yang berkelanjutan dari kekerasan dapat terpenuhi,''jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar