Hobi Berkebun, Kuatkan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

  Sabtu, 31 Oktober 2020   Lilisnawati
Nurlailatul Aqifah (46) saat sedang sibuk merawat tanaman di halaman rumahnya.(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Berkebun menjadi salah satu aktivitas yang belakangan ini banyak digandrungi oleh masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Banyak masyarakat yang memilih berkebun untuk menemani waktu selama di rumah saja.

Ada yang mengoleksi tanaman hias. Ada pula yang memilih tanaman obat keluarga (Toga) dan aneka sayuran untuk ditanam di pekarangan rumah.

Seperti halnya yang dilakukan Warga Jalan Nanas, Kelurahan Kraton, Kota Tegal, Nurlailatul Aqifah (46).

Selama pandemi, ia menekuni betul hobinya berkebun. Hingga saat ini, lebih dari 20 tanaman toga dan sayuran tumbuh subur di halaman rumahnya.

Seperti tanaman toga lidah buaya, bunga telang, kumis kucing, mint, jinten dan aneka tanaman sayuran, seperti kangkung, bayam, tomat, rawit, cabai, terong, kacang panjang dan lain sebagainya.

"Saya memang senang berkebun dari kecil. Tapi saya lebih senang tanaman yang punya nilai manfaat seperti toga dan sayuran. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, cukup membantu dan bermanfaat," ungkapnya saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

Menurutnya, tanaman toga dan sayuran yang dirawatnya sangat bermanfaat dan membantu ketahanan pangan di masa korona.

"Selama pandemi saya tekuni betul. Karena banyak aktivitas di rumah saja. Jadi bagaimana menguatkan ketahanan pangan di masa pandemi. Alhamdulillah tiap hari pasti ada saja yang dipanen. Minimal di masa korona ini saya tidak pusing cari lauk," katanya.

Terlebih, tanaman toga bunga telang yang memiliki setumpuk khasiat, seperti menjaga kekebalan tubuh, mengatasi stres dan kecemasan, meredakan batuk, flu dan lainnya.

"Karena di masa pandemi ini kan kita harus tetap menjaga imun tubuh. Alhamdulillah dengan adanya daun telang yang diracik dengan mint, bisa untuk redakan flu, batuk dan menjaga kekebalan tubuh kita sekeluarga dan teman-teman," ucapnya.

Ia yang juga sebagai pegiat lingkungan di Kota Tegal, juga tak henti-hentinya berinovasi dalam mengolah dan mendaur ulang sampah agar punya nilai manfaat tinggi.

"Kalau saat ini saya sedang membuat ekoenzim, yaitu cairan fermentasi dari sampah-sampah organik rumah tangga. Saya manfaatkan untuk pupuk tanaman toga dan sayuran saya. Alhamdulillah hasilnya bagus. Tanaman jadi subur," bebernya.

Kemudian, ia memanfaatkan sampah anorganik dengan mendaur ulang, seperti galon bekas yang diubah jadi pot cantik dan plastik bungkus minyak yang dijadikan vertical garden.

"Alhamdulillah juga respon dari masyarakat bagus. Kemarin juga ada yang pesan dari Kalimantan, Sumatera Selatan, Sulawesi. Jadi saya berfikir terus bagaimana cara agar tetap ngomzet di tengah pandemi," katanya.

Sebagai pegiat lingkungan, Nur juga selalu membagikan ilmunya kepada orang lain agar bersama-sama peduli dengan lingkungan.

"Harapannya, semakin banyak orang tahu semakin banyak juga yang ikut peduli dengan lingkungan. Terutama soal sampah," harapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar