Jadi Tempat Favorit Anak Muda, Begini Kiat Kedai Kopi Terapkan Wajib 3M

  Sabtu, 31 Oktober 2020   Dwi Ariadi
Tempat duduk di sebuah kedai kopi di Slawi, Kabupaten Tegal yang menjadi tempat favorit anak muda.(Dwi Ariadi/Ayotegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Sejumlah kedai kopi di Kota Slawi, Kabupaten Tegal menjadi tempat favorit anak muda untuk menghabiskan waktu saat liburan. 

Tak pelak, tiap akhir pekan tempat kedai tersebut diserbu pengunjung. Seperti yang terlihat pada Jumat (30/10/2020) malam, di sebuah kedai Jatikopi Slawi, Kabupaten Tegal. 

Hampir semua tempat duduk yang tersedia di lahan kebun jati penuh pengunjung. Meski demikian, mereka tetap menjaga jarak dan tidak berhimpitan. 

Bahkan, mereka juga diwajibkan pakai masker. Sebelum masuki area tempat duduk, pengunjung diwajibkan cuci tangan. ''Protokol kesehatan kita prioritaskan. Kami juga meminta semua pengunjung patuhi protokol kesehatan,''kata Bela, pengelola Jatikopi. 

Soal tempat duduk, kata dia, juga sudah didesain jarak agar pengunjung tidak berdekatan-dekatan. ''Ya mereka kita wajibkan untuk patuh protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah,''ujarnya. 

Hal yang sama juga disampaikan pengelola Kafe Keboen di Desa Bogares Lor, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Nanda Septiawan. 

Di kafe yang mengandalkan suasana kebun jambu itu juga diatur secara ketat tempat duduk pengunjung. Penataan kursi dibuat berjarak antar pengunjung. 

''Sejak masuk, kita sudah sediakan tempat cuci tangan untuk tamu. Makanya, kami juga harus memperhatikan ketika mereka duduk selama di area kebun.''ujar Nanda, yang juga petani milenial ini. 

Nanda menegaskan, selain tempat duduk pihaknya juga memperhatikan kapasitas jumlah pengunjung. ''Jika keseluruhan daya tampung bisa mencapai 300 orang, kita batasi separonya. Jika pengunjung sudah mencapai 150 orang terutama di akhir pekan, kedai sementara kita tutup dulu,''tandasnya. 

Pembatasan jumlah pengunjung dan desain tempat dengan memperhatikan jarak, wajib memakai masker dan mencuci tangan (3M) ini selaras dengan aturan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal.  

Bupati Tegal Umi Azizah selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Tegal Nomor 62 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protool Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Dalam Perbup tersebut, terdapat sanksi administratif denda  harus dibayar oleh pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Tegal. 

Denda tersebut sebesar Rp 10 Ribu untuk pelanggar perorangan, Rp 50 Ribu untuk usaha mikro seperti warung makan, toko kecil, pedagang kaki lima. 

Sedangkan Rp 200 Ribu untuk usaha kecil, Rp 500 Ribu bagi usaha menengah dan Rp 1 Juta untuk usaha sekala besar. Terkait dengan itu, dana pelanggaran yang terkumpul nantinya akan dimasukkan ke dalam Kas Daerah (Kasda) Kabupaten Tegal.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar