Sekda Tegal Perintahkan Camat Inventarisasi Daerah Titik Rawan Bencana 

  Rabu, 04 November 2020   Dwi Ariadi
Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Rabu (4/11/2020).(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM  - Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono memerintahkan para camat menginventarisasi daerah yang rawan bencana di wilayahnya masing-masing. 

Hal tersebut disampaikan Sekda Joko saat acara Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Rabu (4/11/2020)

"Saya himbau para camat dibantu para kades untuk menginventarisir mana saja titik-titik yang rawan.  Di samping itu juga harus ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," katanya. 

Dia mencontohkan tumpukan sampah yang terdapat di Kali Kemiri Kecamatan Dukuhturi. ''Di bawah jembatan banyak sekali sampah yang menggunung, dari sampah plastik hingga bambu dan kasur. Masyarakat seharusnya dapat disiplin dalam membuang sampah karena kebiasaan membuang sampah akan mengakibatkan banjir dan longsor,''katanay.

Menurut Joko, fenomena La Nina yang menyebabkan intensitas curah hujan tinggi harus diantisipasi mulai dari membersihkan gorong-gorong serta merawat lingkungan serta menanam pohon.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal Kaharudin menjelaskan, fenomena La Nina yaitu mendinginnya suhu muka laut dari rata-rata di Samudera Pasifik Timur hingga Tengah Ekuatorial diikuti dengan penguatan angin pusat timuran. 

La Nina juga menyebabkan bersegernya aktivitas konvektif seperti awan, petir, hujan dari Samudera Pasifik Tengah ke wilayah Indonesia. 

"Gejala La Nina sudah terjadi. Musim penghujan sudah tiba lebih cepat dari biasanya. Puncak La Nina diprediksi akan terjadi di bulan Januari 2021 mendatang," ungkapnya.

Kaharudin berpesan kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi fenomena La Nina. Salah satu langkahnya yaitu membersihkan saluran air di sekitar permukiman. 

Tak kalah penting adalah menjaga lingkungan serta tidak membuang sampah di sungai. Menurutnya, aktivitas membuang sampah di sungai akan mengakibatkan banjir. 

"La Nina kan intensitas curah hujan akan tinggi, jika sampah menumpuk maka akan terjadi banjir dan air akan meluas ke permukiman," ujar Kaharudin.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pemali - Comal Radito menuturkan permasalahan di wilayah sungai Pemali - Comal masih didominasi oleh banjir, erosi dan sedimentasi, longsor, lahan kritis dan abrasi. 

Erosi dan sedimentasi sendiri mengakibatkan banyak muara sungai yang terganggu fungsinya akibat tertutup sedimen. 

Radito menyampaikan permasalahan pada wilayah Kabupaten Tegal terdapat mulai bagian hulu, tengah dan hilir. Pada bagian hulu telah terjadi perubahan tata guna lahan dari hutan lindung atau hutan produksi yang menjadi lahan persawahan dengan tanaman musiman. 

Sementara, lanjut dia, bagian tengah terdapat penambangan bahan material bukan logam atau galian golongan C secara manual maupun menggunakan alat berat menyebabkan kerusakan alur sungai. Bagian hilir terdapat penumpukan sedimentasi di muara sehingga terjadi rob atau pasang naik air laut.

"Terkait dengan La Nina yang akan terjadi peningkatan curah hujan maka diperlukan kerjasama yang baik di masyarakat supaya tidak terjadi banjir. Dalam pengelolaan das di wilayah Kabupaten Tegal juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar