Pangkas Jadi 2 Level, Pemkab Tegal Siapkan Struktur Baru Birokrasi

  Kamis, 05 November 2020   Dwi Ariadi
Rapat Tim Pelaksana Penyederhanaan Birokrasi di lingkungan Pemkab Tegal, Rabu (4/11/2020) di Ruang Rapat Sekda,(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Guna mengefektifkan pelayanan publik, Pemkab Tegal telah menyiapkan struktur baru birokasi. Penyiapan ini ditargetkan selesai akhir Desember 2020 ini. 

Struktur baru tersebut, yakni memangkas struktural menjadi dua level dan pembenahan dinas dan badan. Eselon III dan IV menjadi jabatan fungsional guna menyesuaikan kebijakan Pemerintah pusat. 

Dalam pemaparannya, Tim Pelaksana Penyederhanaan Birokrasi di lingkungan Pemkab Tegal, Rabu (4/11/2020) di Ruang Rapat Sekda, Asisten Administrasi Umum Setda, Edi Budiyanto menyampaikan, tujuan utama penyederhanaan ini adalah peningkatan efektifitas pemerintahan dan percepatan pengambilan keputusan untuk meningkatkan pelayanan publik. 

"Sasarannya sudah jelas, yaitu birokrasi yang lebih dinamis, tangkas dan profesional guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik,"kata Edi. 

Dijelaskan, tahapan awal sudah dilaksanakan sejak Oktober bulan lalu yaitu melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap 48 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 130/4846/SJ  tanggal 31 Agustus 2020 tentang tindak lanjut proses penyederhanaan birokrasi di lingkungan pemerintah daerah. 

Hasil identifikasi dan pemetaan tersebut lalu, lanjut dia, disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Rebuplik Indonesia untuk selanjutnya menunggu pengesahan. 

Menurut Edi, dalam target jangka pendek yang rencananya disasar pemerintah pusat, beberapa di antaranya tidak dilakukan penyederhanaan, antara lain Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Inspektorat Daerah, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Kecamatan. 

Sedangkan untuk dinas dan badan tetap dilakukan  penyederhanaan pada jabatan pengawas yang menyelenggarakan tugas dan fungsi bidang perizinan serta investasi. 

Hal serupa disampaikan Kepala Bagian Organisasi Setda Tegal, Saidno. Per tanggal 19 Oktober lalu pihaknya sudah mengidentifikasi 743 jabatan struktutal, 226 di antaranya berpotensi beralih ke jabatan fungsional. 

Namun demikian, kata Saidno, penerapan hasil identifikasi ini masih menunggu perubahan peraturan pemerintah (Perpres) tentang pengalihan jabatan struktural ke jabatan fungsional.

Adapun Sekda Widodo Joko Mulyono menyampaikan, jika memang harus dan untuk kemudahan birokrasi pihaknya siap menyesuaikan dengan Pemerintah pusat. 

Ia meminta semua yang nantinya terimbas peralihan jabatan harus melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan tetap menjaga kondusivitas. 

"Sambil menunggu regulasi kita tetap mengambil langkah menyesuaikan, yang terpenting adalah efektifitas pelayanan publik," pungkas Joko

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar