Influencer dan Blogger Diajak Kembali Gairahkan Wisata di Jateng

  Sabtu, 07 November 2020   Arie Widiarto
Influencer dan Blogger foto di depan salah satu candi di Gedong Songo, Kabupaten Semarang Sabtu (7/11/2020). (istimewa)

SEMARANG, AYOTEGAL.COM- Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi (Disporapar) Jawa Tengah mengajak 11 travel influencer, 4 travel blogger dan 5 jurnalis untuk mengeksplore tempat wisata yang sudah buka di masa pandemi pada Sabtu (7/11/2020) sampai Senin (9/11/2020). 

Pada kegiatan bertajuk Itinerary Jateng On The Spot ini, peserta mengunjungi tempat wisata yang berada Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. 

Tempat wisata tersebut antara lain Susan Spa, Candi Gedong Songo, Taman Celosia, Gumukreco, Kopeng Treetop, Ketep Pass dan Svargabumi Borobudur.

Kepala Seksi Pengembangan Pasar Disporapar Jateng, Tanti Apriani menjelaskan, upaya mengajak influencer dengan follower di atas 10 ribu ini untuk kembali membangkitkan pariwisata di Jawa Tengah yang sempat terpuruk karena Pandemi Covid -19. 
Tempat wisata ini sudah dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. "Di Jateng sudah ada 415 tempat wisata terutama wisata alam dan pegunungan, diharapkan dengan peran influencer, blogger dan jurnalis ini pariwisata kembali menggeliat," jelasnya.

Menurutnya, jika pariwisata bergerak ekonomi pun akan kembali meningkat terutama UMKM di sekitar lokasi wisata hingga pekerja yang terkait dengan tempat wisata seperti hotel dan restoran.  Namun, Tanti menegaskan, pembukaan tempat wisata ini sudah melalui kajian yang mendalam dari berbagai pihak yang memiliki kewenangan. 

"Pengawasan protokol kesehatan tetap dilakukan di lapangan, sebab ini terkait dengan kebiasaan di masyarakar tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga," paparnya. 

Sementara itu, setelah dibuka sejak awal Juli 2020 lalu, Candi Gedong Songo mulai didatangi pengunjung. Meski begitu, jumlah kunjungan wisatawan di objek wisata di Kabupaten Semarang ini masih belum seperti sebelum pandemi. 

Koordinator Lapangan Candi Gedongsongo, Siswanto menuturkan, sebelum pandemi, pihaknya bisa menjual tiket hingga 3.000 lembar saat weekend.  

"Sekarang rata-rata 1.000-1.500 saat Sabtu-Minggu," ucapnya, Sabtu (7/11/2020). 

Artinya, Gedongsongo tidak perlu menerapkan pembatasan kunjungan sebagai bagian dari penetapan protokol kesehatan. "Kami tidak ada pembatasan jumlah wisatawan karena memang sudah 50% (dari sebelum pandemi)," imbuhnya.

Mengenai penerapan protokol kesehatan, telah disediakan sederet tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun. Seluruh pengunjung bisa menggunakan tempat cuci tangan yang berada di dekat loket tiket. Sebelum membeli tiket di loket, wisatawan juga dicek suhu badan menggunakan thermogun. Ada dua petugas yang melakukan pengecekan.

Mereka juga mengingatkan jika ada yang lupa cuci tangan, atau tidak menggunakan masker. Agar tidak berdesakan saat masuk ke lokasi, telah disediakan titik-titik berwarna kuning sebagai tanda jarak antrean.

"Di atas juga kami sediakan fasilitas cuci tangan. Rencananya akan kami tambah lagi di sejumlah titik," terangnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar