Untungkan Petani, Wabup Brebes Inginkan Pisang Jadi Komoditas Utama Losari

  Jumat, 13 November 2020   Dwi Ariadi
panen pisang bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Desa Kedungneng Kecamatan Losari, Kamis (12/11/2020) (dok.Diskominfotik Brebes)

BREBES, AYOTEGAL.COM - Wakil Bupati (Wabup) Brebes Narjo merasa bangga melihat keberhasilan petani pisang di Brebes, terutama di Desa Kedungneng Kecamatan Losari. 

Sebab, mereka sudah mulai merasakan hasil kerja kerasnya dari budi daya pisang raja bulu sejak 2016 yang merupakan bantuan bibit dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Apalagi, dalam kesempatan itu Wabup Narjo mendapat laporan bahwa menanam pisang jauh lebih menguntungkan petani dibandingkan dengan tanam padi ataupun jagung saja.

Oleh karena itu, dia mendukung adanya perluasan wilayah budidaya pisang agar manfaatnya bisa semakin dirasakan petani lainya.

"Jadikan pisang komoditas utama Losari, karena Pisang bernilai ekonomis tinggi dan banyak diminati masyarakat," kata Narjo saat panen pisang bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Desa Kedungneng Kecamatan Losari, Kamis (12/11/2020).

Menurut Narjo, komoditas pisang di Kabupaten Brebes sangat cocok untuk dikembangan khususnya di Kecamatan Losari.  
Tercatat, total luasan lahan pisang yang ada di Kecamatan Losari sekitar 130 hektare, yang tersebar di Desa Kedungneng 90 hektare, Kalibuntu 15 hektare, Babakan 10 hektare, Bojongsari 3 hektare, dan sisanya tersebar di desa Randusari dan Rungkang.

Produktivitasnya sekitar 40 ton/hektare dengan populasi tanaman 2.000 pohon/hektare sehingga potensi produksi pisang di kecamatan losari sebesar 5.200 ton/tahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati melaporkan,  saat ini petani di wilayah Losari banyak yang telah beralih ke tanaman pisang dikarenakan pisang lebih menguntungkan.

Yuli mengatakan, dulu di wilayah Losari khususnya Desa Kedungneng lahan persawahan yang ada hanya ditanami padi dan palawija. 

Namun, setelah merasakan nilai ekonomi yang tinggi dari Budi daya pisang, mereka banyak yang beralih ke Budi daya pisang. Bila menanam palawija dan padi rata rata/ tahun hanya mendapat Rp 10 juta, namun dengan ditanami pisang mereka bisa mendapatkan keuntungan antara Rp 60 juta sampai Rp 70 juta/tahun.

Yuli berkeyakinan, pisang Losari bisa dijadikan komoditas ekspor sebagaimana diharapkan Bupati Brebes Idza Priyanti.

Untuk itu, pihaknya juga terus mendorong dan mendukung 0sra petani pisang untuk terus memperluas lahan yang ditanami pisang. Juga tengah berupaya agar pemerintah provinsi dan Kementerian Pertanian turut mewujudkannya..

Hadir dalam acara tersebut selain Wakil Bupati Brebes Narjo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes  Yulia Hendrawati  juga Kasi Tanaman Buah Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Pudjo Purwanto, camat, kapolsek serta danramil Losari, Kepala Desa Kedungneng dan seluruh anggota Gapoktan Mandiri Desa Kedungneng

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar