32 Pondok Pesantren di Indonesia Jadi Klaster Covid 19

  Minggu, 15 November 2020   Dwi Ariadi
Wakil Menteri Agama RI Zaenut Tauhif Saadi pada Pembinaan ASN Kemenag Kendal yang digelar di Aula MTs 1 Kendal di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Brangsong, Kendal, Minggu (15/11/2020). (Edi Prayitno/Ayosemarang)

KENDAL, AYOTEGAL.COM - Sebanyak 32 ponpes di Indonesia menjadi klaster penyebaran virus korona. Kurang lebih 1.700 santri terpapar dan 1.200 santri telah sembuh sedangkan kiai maupun ibu nyai menjadi rentan terhadap penularan korona.  

“Di Jateng lebih dari 10 kiai maupun ibu nyai meninggal karena covid. Tidak ada manusia yang kebal terhadap covid," kata Wakil Menteri Agama RI Zaenut Tauhif Saadi pada Pembinaan ASN Kemenag Kendal yang digelar di Aula MTs 1 Kendal di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Brangsong, Kendal, Minggu (15/11/2020).  

Dikatakan Wakil Menteri Agama, setidaknya sudah lebih dari Rp 2,5 triliun, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengucurkan anggaran untuk bantuan selama masa pandemi covid 19. Bantuan tersebut disalurkan ke berbagai pondok pesantren (ponpes), madrasah diniyah, TPQ, dan lain sebagainya.  

“Hal itu supaya anak-anak yang di rumah maupun santri yang tinggal di pondok, bisa tetap belajar dengan baik. Bagi yang belum melakukan pembelajaran tatap muka, dibantu untuk pembelajaran daring,” ujarnya. 

Dikatakan, penanganan korona bukan hanya penyakitnya yang diatasi, tetapi dampak dari wabah tersebut, yang menyebabkan munculnya pengangguran karena pabrik terpaksa tutup. Pengusaha juga mendapat perhatian dari pemerintah. Hal itu menjadi kepedulian negara.  

“Di sejumlah negara Eropa seperti Italia dan Perancis, terjadi gelombang kedua penyebaran covid,” imbuhnya  di hadapan  kepala KUA, penghulu, penyuluh agama, dan kasi di lingkungan Kemenag Kendal.  

Zaenut mengingatkan, jajarannya untuk selalu memberi pemahaman masyarakat agar peduli dengan penanganan korona. Salah satunya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. 

Korona tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan musibah global dengan 53 juta manusia sudah terpapar. Dari jumlah tersebut 35 juta sembuh dan 1,3 juta meninggal dunia.  

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, Nur Abadi, menyampaikan, tingkat kerukunan antarumat beragama di Jateng semakin hari semakin meningkat. 

“Hal tersebut tidak lepas peran dari semua pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah yang selalu bersama-sama mengajak selalu meningkatkan kerukunan diantara umat yang satu dengan umat yang lain,” ucapnya.  

Plt Kemenag Kendal, Mokhamad Bajuri, mengatakan, jumlah pegawai di Kemenag Kendal yang telah berstatus ASN sekitar 500 orang. Mereka terdiri atas pegawai di kantor Kemenag Kendal maupun guru baik MI, MTS, maupun MA, dan lain sebagainya.  

“Penyuluh agama yang berstatus PNS sebanyak 18 orang. Kami juga merenovasi sembilan kantor KUA yang lima tahun terakhir belum tersentuh perbaikan,” jelasnya.(Edi Prayitno)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar