Lagi, Satgas Pamtas Yonif 407/PK Gagalkan Penyelundupan Miras dan Rokok Ilegal

  Senin, 16 November 2020   Dwi Ariadi
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 407/Padmakusuma (PK) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal.(dok)

ADIWERNA, AYOTEGAL.COM - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 407/Padmakusuma (PK) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal.

Barang tersebut berupa 72 botol miras dan 80 slop rokok dari Malaysia yang hendak diselundupkan ke Indonesia melalui jalur tikus di Desa Jasa Kecamatan Senaning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas Pamtas Yonif 407/PK, Letkol Inf Catur Irawan di Pos Kotis, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu melalui rilis tertulisnya, Senin (16/11/2020).

Menurut Letkol Inf Catur Irawan, upaya penyelundupan berhasil digagalkan oleh Satgas Pamtas bermula saat sertu fadli selaku Danpos Kampung Jasa mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa akan ada masyarakat yang memasukkan barang membawa barang dari malaysia ke indonesia melalui jalur tikus Desa Jasa.

Menindak lanjuti informasi tersebut.  Danpos Kampung Jasa memerintahkan 5 orang anggota pos yang dipimpin Kopda Wahyu untuk melaksanakan pengintaian, dan didapati 2 orang yang membawa barang mencurigakan melalui jalur tikus Dusun Waksepan. 

Anggota Pos Kampung Jasa yang sudah lama mengintai, berhasil menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa 72 botol miras  dan 80 slop rokok  dari tangan pelaku. 

Pelaku pemilik barang tersebut berinisial AJ (55) dan TJ (56) sebagai pembawa barang, dimana keduanya merupakan warga Desa Sungai Pisau.

Diduga barang-barang tersebut akan diselundupkan ke wilayah Indonesia untuk diperjualbelikan kembali di daerah sekitar Kecamatan Senaning.

Dansatgas menegaskan, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan lintas batas terutama di jalur-jalur tikus yang sering digunakan masyarakat melintas batas negara. 

Selain itu, Yonif 407/PK juga akan memperkuat kekuatan personel di jalur tikus yang memiliki frekuensi perlintasan orang cukup tinggi.

"Pengamanan tetap kita intensifkan dengan meningkatkan kegiatan Patroli, Kita juga menggandeng instansi terkait di perbatasan untuk terus mengedukasi masyarakat supaya membawa barang dengan prosedur resmi di jalur yang sudah disiapkan pemerintah," katanya.

Sementara itu, untuk barang bukti telah diamankan di Pos Kampung Jasa menunggu perintah komando atas untuk diserahkan ke instansi yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan dan proses lebih lanjut.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar