Jalani Sidang Perdana, Wasmad Sebut Dakwaan JPU Soal Karantina Tidak Pas dan Keliru

  Selasa, 17 November 2020   Lilisnawati
Sidang perdana Wasmad Edi Susilo, Selasa (17/11/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo (WES) mulai menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Tegal, Selasa (17/11/2020).

Pada sidang perdanya, WES datang sendiri tanpa didampingi oleh penasihat hukum.

Di dalam sidang tersebut, WES menyampaikan eksepsi atas dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Di hadapan majelis umum, ia secara tegas membantah dakwaan dari JPU.

WES keberatan dengan Pasal 93 Undang-undang RI No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan yang diterapkan oleh JPU. Menurutnya, pasal tersebut tidak pas dan merupakan kesalahan besar.

Bahkan, ada kekeliruan dan kesalahan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian. Sebab, dalam penerapan UU RI No 6 Tahun 2018 yang dijadikan sebagai dasar tuduhan utama atau menjerat terdakwa ternyata bukan kewenangannya.

"Karena yang berhak melaksanakan tindakan sanksi hukumnya adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil atau PPNS. Hal ini sesuai dengan Pasal 1 ayat (32) Undang-undang RI No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan," terangnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kondisi Kota Tegal dalam waktu yang dituduhkan JPU, tidak dalam kondisi pemberlakuan karantina wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"PSBB yang diberlakukan di Kota Tegal sudah dicabut sejak 22 Mei 2020. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, juga pernah menegaskan bahwa Kota Tegal telah dinyatakan zona hijau," katanya.

WES juga mengatakan, ketika hajatannya dilangsungkan, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sudah membolehkan masyarakat menggelar pesta pernikahan dan pengajian.

"Wali Kota Tegal telah menyampaikan pengumuman di berbagai media dan juga pemasangan baliho di tempat-tempat strategis. Dengan judul 'Walikota Tegal kembali izinkan warga gelar kegiatan pesta pernikahan, pengajian, hingga konser musik dan kegiatan event atau kegiatan lainnya'," jelasnya.

Ia menyebut, beberapa kegiatan besar serupa juga pernah dilakukan di masa pandemi Covid-19, di antaranya, kegiatan hajatan dengan hiburan orkes dangdut di Kelurahan Tunon, pada 9 Agustus 2020. 

Kemudian, Tabligh akbar bersama Habib Syekh dalam rangka Tahun Baru Islam di Alun-alun Kota Tegal, pada 19 Agustus 2020. Kegiatan itu dihadiri oleh puluhan ribu pengunjung dari Kota Tegal dan daerah sekitar.

Ada pula, acara sedekah laut nelayan Kota Tegal, pada 6 September 2020. 

Meski demikian, sebagai rasa tanggung jawab, ia berinisiatif meminta Dinas Kesehatan Kota Tegal untuk melakukan swab test kepada keluarga besar, panitia, dan tamu undangan.

"Totalnya ada 99 orang, terdiri dari keluarga, panitia, dan tamu undangan. Alhamdulillah hasilnya negatif semua. Itu artinya tidak ada klaster yang ditimbulkan akibat hajatan," ucapnya.

Di akhir pembacaan eksepsinya, WES berharap, majelis hakim memberikan putusan yang seimbang dan bisa membatalkan perkara dengan putusan batal demi hukum.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar