Pulang ke Tegal, Karyawan Korban PHK Ini Rintis Usaha Jadi Tukang Cukur

  Rabu, 18 November 2020   Lilisnawati
Hary Wijaya Santoso (27) sedang memangkas rambut pelanggan, Rabu (18/11/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- Hary Wijaya Santosa (27) warga Jalan Sangir, Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal merupakan satu di antara ribuan buruh di Tanah Air yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

Ia merupakan mantan karyawan PT Denso Indonesia yang beralamat di Bekasi, Jawa Barat.

Menjadi karyawan tetap juga tidak menjadi jaminan dirinya dipertahankan di masa pandemi. Ia mengaku sudah 10 tahun bekerja di PT Denso dan harus kena PHK pada 30 Juni 2020.

Menurutnya, ada ribuan karyawan yang harus dirumahkan selama pandemi. Ia sendiri menjadi gelombang ketiga karyawan yang kena imbas Covid-19.

"Kalau rombongan saya, ada 70 karyawan tetap yang di-PHK. Sebenarnya semua karyawan ditawarin siapa yang mau keluar, karena waktu itu produksi pabrik benar-benar berkurang. Karyawan kontrak semua sudah dirumahkan," ungkapnya, Rabu (18/11/2020).

Usai di-PHK, ia kemudian memutar otak untuk tetap produktif di masa pandemi. Hary lalu memutuskan untuk mencoba keberuntungan di bidang wirausaha.

Ia membuka bisnis barbershop yang beralamat di Jalan Sangir, Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal.

"Setelah keluar dari Denso, saya pulang ke Tegal dan udah niat berwirausaha. Dulu sih kepikirannya bisnis makanan, tapi setelah lihat kondisi di Tegal, saya mulai tertarik buka usaha pangkas rambut," bebernya.

Namun sebelumnya, ia terlebih dahulu mengikuti pelatihan cukur yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal.

"Sebulan ikut pelatihan cukur, dari 6 Agustus sampai 5 Oktober 2020. Tapi tiga hari sebelum selesai pelatihan, saya sudah buka barbershop yang di beri nama KEZ Barbershop," ujarnya.

Ia menilai, usaha pangkas rambut menjadi bisnis yang pmempunyai masa depan dan menjanjikan. Sebab, semua orang membutuhkan jasa pangkas rambut.

"Di situ ada rambut di situ ada uang. Bisnis yg tak pernah mati dan tidak ada kadaluarsanya. Alhamdulillah walaupun masih baru, sudah punya pelanggan sendiri, dari anak-anak sampai dewasa," katanya.

Hary juga mengajak tiga rekan di tempat pelatihan cukur untuk menjadi partner mengelola barbershop.

"Modalnya semua dari saya, teman-teman yang dulu ketemu di tempat pelatihan modal tenaga. Nantinya sistemnya bagi hasil 50:50," ucapnya.

Ia bersyukur, usai keluar dari pabrik bisa menyediakan lowongan pekerjaan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Selain bisnis pangkas rambut, Hary juga membuka bisnis kuliner mie ayam yang dikelola orang tua dan kasur busa yang dikelola saudaranya.

"Dari uang pesangon yang diberikan, saya fokuskan untuk berwirausaha. Buka barbershop, mie ayam dan bisnis kasur busa," ungkapnya.

Untuk korban-korban PHK di luar sana, Hary memberikan pesan agar selalu semangat dan pantang menyerah.

"Kita harus tetap semangat, kalau ada niat pasti ada jalan. Yang penting yakin, urusan hasil biar Allah yang menentukan," tandasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar