Hasil Survei: Masyarakat Indonesia Sambut Baik Vaksinasi Covid-19

  Minggu, 22 November 2020   Abdul Arif
[Ilustrasi] Vaksin Covid-19. (dok)

JAKARTA, AYOTEGAL.COM -- Masyarakat menyambut baik pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof. DR. dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, SpA (K) menyebut, hal itu dilatarbelakangi keinginan untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

Ia menyebutkan, hasil survei Kementerian Kesehatan bersama ITAGI yang didukung UNICEF dan WHO tentang penerimaan vaksin COVID-19, dua pertiga dari responden menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan 115.000 responden.

AYO BACA : Harga Emas Antam Stabil Rp 973.000 per Gram

Tak hanya itu, platform digital bidang kesehatan di Indonesia juga menyambut baik kehadiran vaksin COVID-19. Satu di antaranya adalah Halodoc.

CEO dan Co-Founder Halodoc, Jonathan Sudharta menyatakan dukungannya kepada berbagai pihak yang berupaya menghadirkan vaksin yang aman. 

AYO BACA : BSU Tenaga Pendidik Non-PNS, Kemendikbud Anggarkan Rp3,6 Triliun

“Ini juga sejalan dengan komitmen kami bahu membahu dalam membuat Indonesia kembali sehat sehingga perekonomian dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Ayotegal.com, Minggu (22/11/2020).

Jonathan mengatakan, Halodoc turut memberikan akses paling lengkap bagi pembuatan janji tes COVID-19 di Indonesia. Hal itu selaras dengan upaya pemerintah melakukan mitigasi percepatan penanganan COVID-19.

“Dan kami akan terus berupaya menyederhanakan akses layanan kesehatan di masa depan agar tetap dapat menjadi teman hidup sehat bagi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Managing Director Good Doctor, Danu Wicaksana juga menyambut positif rencana pengadaan vaksin dalam negeri. Ia bahkan siap membantu jika dibutuhkan.

“Kami menyambut baik upaya-upaya pemerintah untuk menangani pandemi COVID-19, termasuk rencana untuk menghadirkan vaksin COVID-19 yang aman di Indonesia.  Kami berharap hal ini dapat meningkatkan harapan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih optimal,” terangnya.

AYO BACA : BSU Tenaga Pendidik Non-PNS, Kemendikbud Anggarkan Rp3,6 Triliun

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar