Festival Teatrikalisasi Puisi Teater Qi Tegal Digelar Tanpa Penonton, Terapkan Prokes Ketat

  Minggu, 22 November 2020   Dwi Ariadi
Salah satu penampilan peserta Festival Teatrikalisasi Puisi Teater Qi Tegal.(dok)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM - Yayasan Teater Qi Kota Tegal dengan didukung oleh Ditjen Kemendikbud menggelar Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono di Taman Budaya Tegal (TBT), Jumat-Sabtu (20-21/11/2020). 

Kegiatan dibuka pada Jumat (20/11/2020) pukul 16.00 dihadiri Ditjen Kemdikbud diwakili Pandu Wijaya Saputra, Walikota Tegal yang diwakili Sri Hartati, Dewan Kesenian Kota Tegal yang diwakili Bontot Sukandar sekaligus kurator.

Menurut Rudi Iteng, pembina Teater Qi, festival tersebut iikuti oleh 28 peserta dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah dan DIY. 

''Acara ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) yang dianjurkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tegal dengan membagikan PHBS-Kit (masker, hand sanitizer dan face shield) serta rapid test untuk seluruh panitia, juri dan peserta,''katanya. 

Bahkan, lanjut Rudi, di dalam gedung hanya panitia dengan satu persatu secara bergantian peserta menunjukkan karya pada juri dan live Streaming dikanal youtube teater Qi, sehingga tidak ada penonton di dalam gedung Teater Arena Taman Budaya Tegal.

Dikatakan, dasar diselenggarakannya Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono adalah potensi kalangan murid-murid SMA dalam berteater dan ketertarikan mereka dalam dunia sastra. 

''Sapardi Djoko Darmono adalah Sastrawan Indonesia, melalui berbagai puisinya yang sederhana namun penuh dengan makna kehidupan. Beberapa di antaranya sangat popular, baik dikalangan sastrawan maupun para kaum milenial sekalipun,''papar Rudi Iteng. 

Rudi menegaskan,  momentum ini juga sekaligus ditujukan untuk mengenang dan mengapresiasi mendiang Sapardi Djoko Damono atas kredibilitas beliau yang selalu hidup bagi penerus dan pecinta sastra di Indonesia, beserta upaya untuk mengenali dan menggali kembali karya-karyanya.

Adapun tujuan Festival Teatrikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono di antaranya membangun komunitas dan ruang apresiasi teaterikal-puisi khususnya di kalangan Pelajar SMA Sederajat.

''Mengenang sekaligus mengenal lebih jauh karya Sapardi Djoko Damono, menjaga dan mengembangkan semangat sastra khususnya teater di kalangan remaja, serta sebagai media belajar tentang profesionalisme di kalangan anggota teater,''tandasnya.

Dari jumlah peserta terdapat 10 Finalis terbaik pilihan kurator yaitu  (SMAN 1 Kota Tegal, SMK Muhammadiyah Kramat Kabupaten Tegal, MA Salafiyah Pemalang, SMKN 4 Kendal, MAN 1 Brebes, MA Pondok Pabelan Magelang, SMAN 3 Temanggung, SMAN 1 Sleman, SMKN Nargoyoso Karanganyar,  SMAN 5 Purworejo) yang akan dinilai oleh ketiga Dewan Juri diantaranya: Sosiawan Leak (Solo), Asa Jatmiko (Kudus) dan Rukman Rosadi (Yogya).

Pada akhir penutupan dan penghargaan pada Sabtu (21/11/2020) juri memutuskan Penyaji Terbaik 1 diberikan pada MA Pondok Pabelan Magelang, Penyaji terbaik 2 SMKN 4 Kendal, Penyaji Terbaik 3 SMAN 1 Kota Tegal, Penyaji Favorit SMAN 1 Sleman, Pemain terbaik SMK Muhammadiyah Kramat Kabupaten Tegal dan MA Salafiyah Pemalang, sedang Sutradara terbaik diberikan Munir MA Pondok Pabelan Magelang.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar