Hadir di Sidang Wasmad, Mantan Kapolsek Tegal Selatan Ungkap Soal Izin Hajatan

  Selasa, 01 Desember 2020   Lilisnawati
Sidang keempat Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, Selasa (1/12/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Sidang kasus dangdutan viral dengan terdakwa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo (WES) kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Selasa (1/12/2020).

Sidang keempat tersebut dengan agenda keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU Kejaksaan Negeri Kota Tegal, Widya Hari Sutanto mengatakan, pihaknya menghadirkan sebanyak delapan orang saksi.

"Hari ini kita hadirkan delapan saksi, di antaranya dari unsur Polri, Lurah Kalinyamat Wetan dan panitia," ungkapnya.

Pihaknya juga akan kembali menghadirkan enam saksi lainnya pada persidangan berikutnya, Kamis (3/12/2020). Saksi-saksi tersebut di antaranya dari panitia, Dinas Kesehatan Kota Tegal dan saksi ahli.

Dari jumlah saksi yang dihadirkan kali ini, satu di antaranya mantan Kapolsek Tegal Selatan Joharno.

Dalam sidang tersebut, Joharno membeberkan, bahwa memang benar dirinya memberikan izin pelaksanaan pengajian dan organ tunggal kepada WES.

"Jadi saya memang benar mengeluarkan izin pengajian dan organ tunggal. Tapi yang terselenggara justru sebuah hiburan orkes dengan panggung besar. Karena organ tunggal dan orkes itu beda. Organ tunggal panggung sederhana dan hanya satu player," jelasnya.

Joharno juga membeberkan, bahwa pihaknya menarik izin yang telah diberikan kepada WES. Hal itu menyusul dengan ketidaksesuaian kegiatan tersebut.

"Izin 22-24 September 2020. Izin kita tarik lagi 23 September 2020, setelah saya hadir menjadi tamu undangan dan melihat bahwa ada panggung besar. Artinya, izin tidak sesuai dengan kesepakatan," ucapnya.

Ia mengatakan, lewat surat tersebut, pihaknya memberikan peringatakan bahwa perizinan yang diajukan tidak sesuai dengan komitmen.

"Lewat surat tersebut kita memperingatkan kepada pemohon izin bahwa perizinan tidak sesuai dengan komitmen atau kesepakatan. Maka atas kewenangan saya, saya cabut izinnya," bebernya.

Kesepakatan tersebut, di antaranya penyelenggara wajib menerapkan protokol kesehatan.

Meski demikian, WES tetap bersikukuh untuk tetap melanjutkan acara orkes tersebut. WES juga mengatakan, bahwa dirinya tidak akan melibatkan TNI-Polri dengan alasan sudah terlanjur mengundang banyak orang.

"Jadi beliau ketika ada anggota saya yang memberikan surat pencabutan izin, beliau bilang kalau tidak bisa menghentikan acara karena sudah terlanjur. Beliau juga mengatakan tidak akan melibatkan TNI-Polri dalam urusan ini," tuturnya.

Sementara, terdakwa WES tidak menyangkal dan membenarkan, bahwa apa yang disampaikan saksi Joharno benar adanya. Begitu juga membenarkan keterangan dari saksi pertama

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar