Kota Tegal Kelola Sampah Berbasis Circular Economy

  Selasa, 01 Desember 2020   Lilisnawati
Tangkapan layar Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi saat menjadi narasumber Webinar tentang Pengelolaan Sampah di Indonesia, Selasa (1/12/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi menjadi narasumber pada webinar tentang pengelolaan sampah di Indonesia, Selasa (1/12/2020).

Dalam webinar bertema ''Apakah Tempat Pembuangan Akhir Tanpa Sampah Plastik di Indonesia dapat Dicapai dengan Adanya Larangan Plastik Sekali Pakai dan Pentingnya Peran Pemerintah Daerah'' itu, Jumadi memaparkan, pengelolaan sampah di Kota Tegal berbasis circular economy.

Dikatakan, Pemerintah Kota Tegal berkomitmen untuk terus mengatasai persoalan sampah yang semakin kompleks.

Jumadi mengungkapkan, ada sekira 250 ton sampah yang dihasilkan warga Kota Tegal tiap harinya, 30% di antaranya sampah plastik dan yang dikirimkan ke industri daur ulang baru 10%.

"Makanya, kita sedang mencari solusi bagaimana sampah terutama sampah plastik itu bisa bernilai dan bermanfaat. Kemarin kita uji coba aspal dari sampah plastik yang mulai diterapkan di jalan balai kota,"paparnya.

Menurutnya, persoalan sampah tidak ada ujungnya. Ia menilai, persoalan tersebut bisa disiasati dengan bagaimana menjadikan sampah palstik menjadi sesuatu yang berharga.

"Jadi bagaimana pola pikirnya yang kita diubah. Bukan melarang mengkonsumsi plastik namun bagaimana kita bersahabat dengan plastik. Dengan cara apa, dengan cara mendaur ulangnya," ucapnya.

Senada dengan Jumadi, Direktur Kemasan Grup Wahyudi Sulistya mengatakan, bahwa pelarangan penggunaan plastik bukan menjadi solusi. Sebab, ia melihat tempat pembuangan akhir (TPA) masih menumpuk.

"Masalah pelarangan plastik masih bukan menjadi solusi. Karena adanya pelarangan sampah plastik, TPA masih saja penuh. Maka, solusinya itu dengan melakukan daur ulang," tuturnya.

Dengan begitu, adanya penumpukan sampah plastik di TPA itu mendandakan bahwa masyarakat belum bisa lepas dari plastik. "Maka, kita harus bijak agar sampah plastik dapat bernilai ekonomis,"jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar