Penyaluran Vaksin Covid-19, Pemkab Tegal Dahulukan Tenaga Kesehatan

  Rabu, 02 Desember 2020   Dwi Ariadi
Rapat Koordinasi Penyaluran Vaksin Covid-19 bersama Menteri Kesehatan, Menteri BUMN, Menteri Kominfo dan Menteri Dalam Negeri secara daring di Ruang Rapat Sekda, Senin (30/11/202.(dok Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Pemkab Tegal melalui Kepala Dinas Kesehatan Hendadi Setiadji mengatakan, sasaran untuk vaksinasi diutamakan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu. Hal ini mengingat mereka akan selalu berhadapan langsung dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Hal itu disampaikan Hendadi usai Rapat Koordinasi Penyaluran Vaksin Covid-19 bersama Menteri Kesehatan, Menteri BUMN, Menteri Kominfo dan Menteri Dalam Negeri secara daring di Ruang Rapat Sekda, Senin (30/11/2020).

Menurut Hendadi, vaksin nantinya akan diberikan dua kali selama 14 hari. Vaksin ini akan diberikan kepada orang dengan kondisi sehat, untuk itu sebelumnya akan dilakukan proses screening terlebih dahulu.

"Memang masih perlu waktu untuk menyiapkan semuanya. Jangan khawatir, vaksin ini tentu dibuat melalui penelitian dan uji klinis, insya Allah aman," tegasnya.

Dikatakan oleh Hendadi, jika seseorang telah divaksin, maka resiko tertular Covid-19 akan lebih kecil, mengingat dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi. 

"Kalaupun tertular, gejala yang muncul akan ringan dan sembuhnya relatif cepat. Efektivitasnya bisa mencapai 90 persen, mudah-mudahan melalui uji klinis bisa ditingkatkan lagi menjadi 95 persen. Meskipun demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap menerapkan 3M, karena hal itu merupakan upaya yang harus tetap dijalankan,"jelasnya.

Selain Hendadi, hadir dalam rapat tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda, Edi Budiyanto dan dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tegal, Dessy Arifianto


Dalam rakor terungkap, Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengembangkan vaksin merah putih guna menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Selain itu, Pemerintah juga memastikan hanya akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai dengan rekomendasi WHO. 

Menteri Kominfo Johny G. Plate menyampaikan, Pemda diharapkan untuk ikut mensosialisasikan vaksin ini kepada masyarakat. 

Poin dukungan pemerintah daerah lainnya dalam penyaluran vaksin tersebut adalah menunjuk satu penanggung jawab komunikasi publik tingkat daerah agar dapat berkoordinasi dengan tim komunikasi publik KPCPEN.

Selain itu, mengkondisikan ekosistem komunikasi publik yang mendukung peran juru bicara tingkat daerah, mempelajari dokumen strategi komunikasi publik dan materi lainnya. Serta, melakukan koordinasi kegiatan komuniksi publik secara mandiri di daerah masing-masing. 

Mengenai rencana distribusi vaksin Covid-19, menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, melalui Kementerian Kesehatan vaksin akan disalurkan ke provinsi dan Kabupaten/Kota setelah itu berlanjut ke rumah sakit, klinik atau pos layanan lainnya dan puskesmas, terakhir diberikan kepada kelompok sasaran.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar