Sidang Dangdutan Wasmad, Kepala Dinkes Sebut Hajatan Digelar PSBB Sudah Dicabut

  Kamis, 03 Desember 2020   Lilisnawati
Sidang Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo, Kamis (3/12/2020).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Sidang kasus dangdutan viral dengan terdakwa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo (WES) kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Kamis (3/12/2020).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan tiga orang saksi. Ketiga saksi tersebut di antaranya, koordinator keamanan, panitia hajatan dan ketua RT setempat.

Selain itu, JPU juga menghadirkan saksi ahli dari Dinas Kesehatan Kota Tegal. Ia adalah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari.

Dalam sidang, saksi pertama yang merupakan koordinator keamanan Nasrullah menjelaskan, bahwa selama bertugas dari pukul 08.30 WIB sampai 15.00 WIB ia melihat tamu umdangan yang hadir memakai masker dan mencuci tangan.

''Yang saya lihat, semua tamu undangan memakai masker. Tempat cuci tangan juga ada,'' katanya.

Hal serupa juga disampaikan saksi kedua, Harlan. Ia merupakan panitia hajatan WES.

Harlan membeberkan, bahwa semua tamu undangan menerapkan protokol kesehatan, termasuk sohibul hajat yang menyediakan tempat cuci tangan.

"Di luar area hajatan juga terdapat 18 jembung air untuk keperluan cuci tangan. Namun, tidak semua pengunjung cuci tangan semua. Tapi kalau tamu undangan semua mematuhinya,'' ungkapnya.

Sementara saksi ketiga yang merupakan Ketua RT, Endar Suwarman mengatakan, bahwa dari sepengetahuannya, hajatan WES sudah mengantongi izin.

"Setahu saya sudah berizin. Karena saya sebagai RT hanya memberikan surat pengantar soal hajatan," ucapnya.

Sedangkan saksi ahli, Kepala Dinkes Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari menjelaskan tentang protokol kesehatan.

Di hadapan majelis hakim, Prima juga mengatakan, bahwa sempat melakukan tracking secara acak usai hajatan digelar. Menurutnya, ada 99 orang yang menjalani swab test.

''Ada sekitar 99 orang, mulai dari keluarga, panitia, hingga tamu yang kami lakukan swab. Semua hasilnya negatif,'' jelasnya.

Prima juga menjelaskan, pada saat hajatan yang digelar oleh WES, Kota Tegal tidak dalam kondisi PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Sebab, di akhir September 2020, PSBB yang pernah diterapkan Pemkot Tegal sudah dicabut.

Ia juga mengatakan, tidak ada klaster penyebaran virus korona pasca hajatan dengan hiburan musik dangdut yang digelar WES.

Usai mendengarkan keterangan saksi, JPU kembali menyampaikan akan menghadirkan saksi ahli lainnya. Di antaranya saksi ahli bahasa, dan ahli pidana.

Dengan begitu, sidang tersebut akan dilanjutkan pada pekan depan atau tepatnya Selasa (8/12/2020)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar