Lantik 18 Pejabat Dikbud, Sekda Tegal: Akses Layanan Pendidikan Belum Merata

  Selasa, 05 Januari 2021   Dwi Ariadi
Sekda Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono melantik 18 pejabat administrator, pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Senin (5/1/2021).(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM  – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono melantik 18 pejabat administrator, pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Senin (5/1/2021) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal. 

Dalam kesempatan itu, Sekda Joko menekankan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tanggung jawab yang besar untuk membawa perubahan dan berinovasi menyelesaikan persoalan pendidikan di masa pandemi.

"Platform teknologi pendidikan ini akan menjadi layanan pendidikan permanen, pendidikan masa depan. Untuk itu, perlu dukungan semua pihak, tidak hanya tuntutan pada sarana dan prasarananya saja, tapi juga sumberdaya aparatur dan guru yang berkualitas,"kata Sekda Joko. 

Disampaikan, di tengah masa pandemi Covid-19 terdapat persoalan, yakni kesenjangan akses pendidikan yang belum merata serta kualitasnya yang masih belum memadai. 

''Hal ini membutuhkan kepekaan ASN guna memilih mana yang harus mendapat prioritas,''tandasnya. 

Sekda Joko berharap, dalam menjalankan amanat, tugas dan tanggungjawab senantiasa dilandasi semangat pengabdian yang tulus, memegang teguh integritas, menjunjung tinggi profesionalisme, serta mampu memberikan telaah, kajian dan pertimbangan penting untuk menyelesaikan setiap permasalahan.

"Harus ada cara-cara baru, nilai-nilai baru yang akan men-drive pola kerja di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak biasa-biasa saja untuk mendapatkan hasil yang luar biasa," kata Joko. 

Mengakhiri sambutan, Sekda Joko meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajaran strukturalnya, agar dapat membangun semangat kerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik.

''Bila perlu mereformasi internal kelembagaan untuk mendobrak mindset dan culture-set lama yang bisa menghambat dan merugikan citra pelayanan pendidikan,''tegasnya.

"Saya ingin bapak, ibu, bisa bekerja lebih cepat, lebih produktif dan tidak terjebak pada rutinitas. Karena akan sangat sulit jika upaya pemenuhan hak pendidikan dasar anak-anak kita tidak dibarengi dengan inovasi, semangat mendisrupsi diri, merubah pola pikir dan pola kerja, termasuk mengevaluasi kinerjanya secara objektif dan mandiri,"pungkas Joko.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar