Terapkan PPKM, Ini Ketentuan di Kabupaten Batang!

  Senin, 11 Januari 2021   Fitria Rahmawati
Bupati Batang Wihaji memberikan arahan dalam sosailisasi vaksinasi / dok

BATANG, AYOTEGAL.COM - Bupati Batang, Wihaji mengatakan, pihaknya sudah menandatangani surat keputusan untuk melaksnaakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai hari ini, Senin (11/2/2021) hingga 25 Januari mendatang. Dengan demikian, ada berbagai ketentuan yang wajib dilaksanakan masyarakat untuk melaksanakan PPKM tersebut.

“Saya takut, seandainya tidak berlakukan PPKM semua orang malah lari ke Batang. Orang liburan wisata, ngopi ke Batang. Maka mulai hari ini saya tandatangani PPKM sampai dengan 25 Januari 2021,” ujarnya saat sosialisasi vaksinasi di Aula Kantor Bupati, Senin ( 11/1/2021).

Wihaji menegaksan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wajib melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebanyak 50% dari kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Khusus pelayanan kesehatan, maka OPD wajib bekerja dari kantor sebanyak 75%.

AYO BACA : Hilang Dua Hari, Penyandang Disabilitas Ditemukan Tewas di Jurang

Adapun, kata dia, untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 100% wajib masuk kantor. Itu karena tugas Satpol PP melakukan operasi yustisi masker bersama Kepolisian dan TNI. 

“WFH kita prioritaskan untuk yang senior atau atau orang yang masuk lanjut usia (Lansia) ,” jelasnya.

Pembatasan juga berlaku di tempat – tempat hiburan seperti kafe, dan karaoke dengan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 25%. Sementara pada sektor objek wisata dan yang berkenaan dengan keramian, pengunjung dibatasi hingga maksimal 30%. 

AYO BACA : Bakal Dibuka, Simak Cara Daftar Kartu Prakerja!

“kalau dari pengelola wisata dan kafe atau tempat hiburan masih ngeyel, kita tutup selama tiga hari.

Adapun jam operasional kafe, Wihaji meminta untuk tutup pukul 20.00 WIB. Jika tidak taat aturan, maka pihak satpol PP dan TNi Polri lakukan penindakan.

“Ini penegakanya lebih serius untuk membantu 14 hari kedepan, karena demi sukseskan proses vaksinasi,” katanya. 

Ditambahkan Wihaji, kegiatan keagamaan di tempat ibadah umum dilaksanakan sesuai intruksi Gubernur Jateng yakni harus ditiadakan sementara.

“Kalau Batang aktivitas sosial keagamaan seperti pengajian dan hajatan manten, oke bisa jalan, tetapi Prokes harus dijalankan dengan ketat,” tukasnya. (Ayobatang/ Muslihun) 

AYO BACA : Sudin Gulkarmat Kepulauan Seribu Terjunkan 12 Penyelam Bersertifikat dalam Pencarian Korban Sriwijaya Air

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar