Vaksinasi Serentak Batang 14 Januari, Dinkes Beberkan Efek Samping Ringan

  Senin, 11 Januari 2021   Fitria Rahmawati
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dr Muchlasin / dok

BATANG, AYOTEGAL.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dokter Muchlasin mengatakan, efek samping ringan saat menerima vaksin akan terjadi dalam tubuh. Efek samping saat menerima vaksinasi dari setiap individu akan sangat berbeda. Hanya saja, pada umumnya, vaksinasi akan tetap menimbulkan efek saming yang ringan saat tubuh menerima vaksin.

Meski demikian, ia mengatakan, masyarakat tak perlu risau dengan kondisi tersebut. Pasalnya, hal tersbeut menjadi salah satu reaksi tubuh terhadap vaksin saat meningkatkan kekebalannya.

“Kita tidak berani bilang vaksin covid-19 tidak ada efek sampingnya, karena ternyata disuntik kesakitan, timbul kemerahan, tapi itu efek samping yang ringan dua hari selesai,” kata dr Muchlasin usai sosialisai vaksin di Aula Kantor Bupati Batang, Senin (11/1/2021). 

AYO BACA : Bakal Dibuka, Simak Cara Daftar Kartu Prakerja!

Tidak hanya itu, berdasarkan riset yang sudah teruji, kata dia, biasanya setelah di vaksin ada rasa demam yang ditimbulkan oleh tubuh. 

“Harapan kita jangan timbul efek samping, tapi kita juga tetap persiapkan apabila timbul efeksamping dengan melakukan skrining untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum divaksin, kalau terdapat demam, sakit batuk jangan divaksin,” jelasnya. 

Ia pun menerangkan bahwa orang yang mendaptkan vaksinasi harus benar – benar sehat, serta memenuhi persyaratan umur.

AYO BACA : Vaksin Sinovac Tiba di Batang Besok, Ini Prioritas Penerima Pertama!

Dinkes juga akan secara masif lakukan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat, bahwa efek samping dari vaksin covid -19 itu sangat ringan.

“Kalau kondisi tidak sehat jangan divaksin, kita tunda dulu sampai benar – benar kondisinya sehat,” katanya.

Dijelaskan pula, sasaran vaksinasi untuk tahap pertama tenaga kesehatan di Kabupaten Batang membutuhkan vaksin sekitar 5 ribu vial. 

“Sasaran tenaga kesehatan sebanyak 2.554 orang yang akan divaksin dua kali, jadi membutuhkan vaksin sekitar 5.000 vial, namun baru datang sekitar 889 botol, sehingga baru 17 persen,” katanya. 

Adapun vaksinasi untuk tenaga kesehatan dimulai 14 Janurai hingga Februari 2021, ia berharap pada bulan April sudah selesai.  (Ayobatang/ Muslihun) 

AYO BACA : Pukul 15.00 Sore Ini, Haisl Uji Klinis Sinovac Disiarkan BPOM

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar