Ganjar Instruksikan Penambahan Kamar ICU Covid-19 di Sejumlah Daerah

  Senin, 11 Januari 2021   Dwi Ariadi
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengingatkan warga untuk terapkan protokol kesehatan pada hari pertama PPKM, Senin (11/1/2021). (dok)

SEMARANG, AYOTEGAL.COM -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan rumah sakit menambah kapasitas ruang rawat intensif (ICU) untuk perawatan Covid-19. Hal itu diungkapkan saat rapat rutin penanganan Covid-19, Senin (11/1/2021).

''Saya minta setiap kabupaten untuk ICU yang disiapkan minimal 15 tempat tidur. Nah ini masih ada ketersediaan tempat tidur yang kurang dari 15. Banjarnegara delapan, Batang malah cuman satu, ujarnya. 

Menurut Ganjar, semua rumah sakit sebetulnya telah memiliki ruang rawat intensif. Namun, yang digunakan untuk perawatan Covid-19 masih minim.  

Ganjar meminta, jajarannya segera bertindak, melakukan pengecekan dan mendorong rumah sakit sigap. Ia menyebut, jika tidak dilakukan penambahan, akan menyebabkan perawatan bagi pasien Covid-19 tidak bisa maksimal. 

Disampaikan, beberapa daerah yang jumlah ICU kurang dari 15. Di antaranya, Blora (4), Boyolali (6),  Brebes (14), Demak (7), Grobogan (6), Jepara (2). Karanganyar (4), Kendal (4), Kota Pekalongan (7), Kota Salatiga (7), Magelang (12), Pati (13), Kabupaten Pekalongan (6), Purbalingga (4), Purworejo (4), Sragen (9), Kabupaten Tegal (14), Temanggung (9), Wonogiri (8), Wonosobo (7). 

''Menurut saya penting untuk ditingkatkan, Kota Semarang 124 tempat tidur, Kota Surakarta 110. Kebumen 25 cukup banyak, atau Banyumas 61. Maksud saya dibdaerah ini (kurang ICU) mesti ditingkatkan tempat tidurnya, ini yang kita coba dorong agar peningkatan betul-betul siap dikaver oleh rumah sakitnya, maka tinggal mereka bergerak, ujarnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengamini hal tersebut. Ia menyebut akan mendorong rumah sakit di daerah, menambah ruang rawat intensif, bagi penderita Covid-19. 

''Kalau dilihat dari tingkat keterisian provinsi angkanya 60 persen, bahkan di bawah 60 persen. Namun, untuk beberapa kabupaten kota penyediaannya masih sedikit,''jelas Yuli. 

Ia menyebut, di beberapa kabupaten dan kota memang memiliki cukup banyak ruang ICU non Covid-19. ''Namun, untuk mengubahnya menjadi ruangan khusus, dibutuhkan persyaratan yang ketat. Berbeda dengan penyediaan ruang isolasi, yang cenderung lebih mudah. Kita minta target itu agar dapat dipenuhi,''ujarnya.(Afri Rismoko)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar