Kasus Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Divonis 6 Bulan dan Denda Rp50 Juta

  Selasa, 12 Januari 2021   Lilisnawati
Sidang Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo, Selasa (12/1/2021).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Sidang kasus dangdutan viral dengan terdakwa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) akhirnya memasuki babak akhir.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Selasa (12/1/2021), Majelis Hakim menyatakan, Wasmad Edi Susilo bersalah.

Wasmad Edi dijatuhi hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan selama satu tahun. Selain itu, juga denda Rp50 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.

Hukuman tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut empat bulan dengan satu tahun masa percobaan dan denda Rp20 juta subsider dua bulan.

Humas PN Tegal Fatarony mengatakan, terdakwa Wasmad Edi dinyatakan bersalah dan terbukti melanggar melanggar dua pasal, yakni Pasal 93 Undang-undang RI No 6 Tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 Ayat 1 KUHP.

"Dalam putusan tadi, terdakwa Wasmad Edi terbukti bersalah dan terbukti melanggar dakwaan dari penuntut umum," katanya.

Atas dasar itu, majelis hakim menjatuhkan putusan dengan amar enam bulan dengan satu tahun masa percobaan dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Apabila denda tidak bisa dibayarkan akan diganti dengan kurungan selama tiga bulan," ucapnya.

Ia menjelaskan, dari putusan tersebut, bisa diartikan bahwa dalam jangka waktu satu tahun ke depan, apabila Wasmad melakukan suatu tindak pidana dan dinyatakan terbukti oleh pengadilan, maka hukuman enam bulan ini akan menambah hukuman perkara lainnya.

"Sementara dari putusan tadi, yang memberatkan terdakwa adalah karena terdakwa merupakan anggota DPRD Kota Tegal yang seharusnya memberikan contoh kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

Kemudian, terdakwa sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tegal juga sudah seharusnya mempunyai kepedulian dan mendukung terhadap program pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus korona.

"Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan. Terdakwa juga belum pernah dihukum, terdakwa memberikan keterangan yang jelas, tidak berbelit-belit, mengakui perbuatannya, dan menyesali perbuatannya," terangnya.

Terpisah, terdakwa Wasmad Edi Susilo mengatakan, bahwa keputusan majelis hakim dianggap keputusan yang terbaik.

"Saya kira putusan itu sudah yang terbaik," ujarnya.

Ia sendiri, mengajukan perpanjangan waktu selama tujuh hari untuk berpikir atas keputusan majelis hakim.

"Tadi kan sudah disampaikan, saya pikir-pikir dulu untuk menerima atau menolak keputusan majelis hakim. Ada waktu tujuh hari. Mudah-mudahan cepat selesai," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar