Sempat Bawa Dokumen Penting, Ini Kisah Nelayan Selamat dalam Kecelakaan KM Berkah Abadi

  Kamis, 14 Januari 2021   Fitria Rahmawati
Korban nelayan asal Batang saat dievakuasi oleh nelayan lokal Jepara / dok

JEPARA, AYOTEGAL.COM - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo, menceritakan bagaimana kisah dua nelayan KM Berkah Abadi selamat dari kecelakaan saat menghantam kapal pesiar. Itu dituturkan Teguh saat menjenguk korban selamat di RSUD RA Kartini Jepara.

Sairi (59), kata Teguh, salah satu korban selamat kecelakaan kapal KM Berkah Abadi asal Batang yang menabrak kapal pesiar di perairan Jepara. Ia merasa mendapatkan firasat sebelum musibah terjadi.

Sairi (59) kepada Teguh mengisahkan detik-detik jelang kapalnya membentur di Kapal Pesiar. Korban sempat memegang dokumen penting dan barang penting lainnya bersama satu rekannya lagi yang selamat, Kadarso (35). 

“Sairi dan Kadarso yang memegang dokumen kapal dan ABK sama barang – barang milik nelayan lainya berupa uang Rp 1 juta, dompet dan hp ada lima buah. Jadi kayak ada firasat dua orang ini yang bakal selamat sehingga menjadi petunjuk (memegang) identitas korban,” katanya saat dikonfirmasi Ayobatang, Kamis (14/1/2021).

Hal lain yang membuat Teguh heran adalah Sairi masih menanyakan bagaimana kabar Kapten Kapal yakni Faizin. Dalam kecelakaan yang dialami satu kapal tersebut, hanya Sairi dan Kadarso yang mengejar cahaya lampu seperti milik nelayan lain yang sedang melaut. Sementara Faizin dan anak buah kapal lainnya memisahkan diri.

Faizin dan 11 nelayan lainnya hingga kini belum ditemukan keberadaannya. Sementara, Sairi dan Kadarso selamat lantaran masih mengambang menggunakan stereofoam.

Atas kejadian kecelakaan tersebut HNSI Batang akan mengawal hak – hak korban, karena hampir semua korban terdaftar dalam BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.

AYO BACA : Penelusuran SJ 182, Tim SAR TNI Temukan Kapal Nelayan Terbalik, Satu Ditemukan Wafat, Satu Hilang

“Kami siap mengawal hak – hak korban baik pengobatan kecelakaan dilaut maupun nanti asuransi kalau dinyatakan sudah meninggal dunia,” bebernya. 

Teguh Tarmujo juga menambahkan saat ini dari 12 korban masih dalam pencarian oleh Satpol Air Polres Jepara dan tim SAR gabungan dari Jateng. 

Berdasarkan informasi dari HNSI Batang kapal nelayan yang mengalami kecelakaan tersebut yakni KM Berkah Abadi ukuran 30 groston dengan 14 ABK. 

Kapal tersebut milik Hermanto warga desa Klidang Wetan, yang mengalami kecekaan laut terjadi Sabtu, (9/1/2021), pukul 00.00 WIB. 

Kapal pencari ikan berangkat dari pelabuhan Batang pada 9 Januari 2021, pukul 18.00 WIB menuju perairan Laut Jawa. 

Adapun 12 korban nelayan asal Batang yang belum ditemukan yaitu Faizin warga desa Klidang Lor, Deky Satyo asal desa Klidang Lor RT 01/ 03, Botok asal dukuh Seturi desa Klidang Lor, Tri Aji Pujianto desa Klidang Lor RT 01/03, dan M Muhrobin Jl RE Martadinata RT 04/01.

Lalu, Angga Rifki S asal desa Klidang Lor RT 04/01, Saiful asal desa Klidang Wetan, Ajik Slamet S dukuh Kebonan RT 04/04 Kelurahan Proyonanggan Utara, Taufik H desa Klidang Lor, Rozikin Klidang Lor, Kashendrayani desa Kilidang Wetan dan M Bahrul Ulum desa Klidang Lor RT 01/03.  (Ayobatang/ Muslihun)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar