Keluh Kesah Penjual Burung di Kota Tegal, Love Bird Rp 15 Juta Kini Hanya Ratusan Ribu

  Sabtu, 16 Januari 2021   Lilisnawati
Seorang penjual burung di Kota Tegal, Edy Sholeh (52) menunjukkan koleksi burung love birdnya, Sabtu (16/1/2021).(Lilisnawati/Ayotegal)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- Adanya pandemi Covid-19 tampaknya juga berimbas pada penjualan burung kicau di Kota Tegal.

Pasalnya, penjualan burung kicau di masa pandemi mengalami penurunan hingga 80%.

Hal itu diakui oleh penjual burung di Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal, Edy Sholeh (52).

Menurutnya, dalam satu minggu hanya melayani satu sampai dua ekor burung saja.

"Penjualan burung sepi. Seminggu kadang laku satu, kadang dua ekor, kadang ya ngga nglayani," katanya, Sabtu (16/1/2021).

Edy menuturkan, sebelum ada pandemi penjualan burung kicau lancar, bahkan selalu ada yang terjual tiap harinya.

"Faktornya ya karena lagi pada susah, mending buat makan daripada buat beli burung," ucapnya.

Ia yang sudah berjualan selama 20 tahun lamanya, memilih tetap bertahan sekaligus mencoba keberuntungan dengan stok burung yang masih ada.

"Totalnya ada 10 burung. Di antaranya murai, kepodang, kacer, love bird, kenari, ciblek, trucukan. Harganya, dari mulai harga Rp100.000 hingga Rp2 juta," bebernya.

Hal serupa juga diakui penjual burung kicau lainnya, Lucky. Menurutnya, untuk bisa bertahan saja sudah untung. "Ngga ada yang beli. Buat bertahan saja udah untung," katanya.

Ia sendiri harus mengalami kerugian yang tak sedikit, pasalnya burung koleksinya lama-lama mati. Bahkan, dirinya juga harus memangkas jumlah karyawan.

"Lama-lama gak keurus ya mati. Karena penjualannya sendiri lagi susah. Kaya burung love bird ini juga harganya lagi anjlok. Dulu bisa sampai Rp15 juta, sekarang Rp100.000 sampai Rp200.000 per ekornya," tuturnya.

Di tokonya sendiri, kini hanya ada 11 jenis burung kicau dengan harga mulai dari Rp20.000 hingga Rp6 juta.

"Yang paling murah perkutut, Rp20.000 per ekor, cucak rowo Rp6 juta dan yang paling mahal ada murai yang buat kontes, harganya Rp15 juta," katanya.

Baik Edy maupun Lucky, keduanya berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Dengan begitu, perekonomian di semua sektor bisa kembali normal.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar