Potret Kemiskinan di Sragen, Tinggal di Tengah Hutan Tanpa MCK dan Listrik

  Minggu, 17 Januari 2021   Fitria Rahmawati
Potret kemiskinan di Sragen Jawa Tengah, warga tinggal di tengah hutan dengan segala bentuk akses yang minim/ instagram Polres Jenar

SRAGEN, AYOTEGAL.COM - Sebuah rumah hanya terdiri dari satu ruangan dengan akses yang sulit dijangkau oleh kendaraan apa pun masih ada di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Sragen. Rumah tersebut dihuni ibu dan anak bernama Kadiman (35) dan Ny Dasir (75) yang didirikan di atas lahan hutan milik PT Perhutani, di RT 02, Desa Jenar, kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. 

Untuk menuju rumahnya pun harus menelusuri tengah-tengah tanaman kebun jati dan jagung milik warga dengan berjalan kaki sejauh 200 meter dari jalan desa. Akses tersebut sama sekali tak bisa dilalui kendaraan apa pun.

Tak ada listrik, tak ada sanitasi yang baik, dan hanya ada satu ruangan di rumah tersebut. Pada malam hari, warga miskin tersebut hanya menggunakan lampu teplok atau lampu dari minyak tanah untuk memberi penerangan.

AYO BACA : Keluh Kesah Penjual Burung di Kota Tegal, Love Bird Rp 15 Juta Kini Hanya Ratusan Ribu

Kadiman nyaris tak bangun dari tempat tidurnya yang terbuat dari dipan kayu tak berkasur yang hanya dialasi tikar saja. Berselimut jarik, ia terbaring lemas lantaran mengalami hidrocefalus atau pembengkakan kepala yang sudah menahun.

Prihatin, kata yang bisa menggambarkan Kadiman. Sementara ibunya, Dasir, sudah tak bisa lagi diajak berkomunikasi lantaran mengalami depresi hingga menyebabkan kelainan mental. Kondisi itulah yang membuat Dasir melepaskan aliran listrik di rumahnya.

Sekira setahun lalu, rumah dua warga miskin tersebut sempat dialiri listrik untuk penerang saat malam hari.

AYO BACA : Longsor di Sumedang, 15 Korban Belum Ditemukan

Anak Kadiman selama ini yang memenuhi kebutuhan sehari-hari keduanya. Setidaknya, mereka berjarak 500 meter dari rumah Kadiman.

Kapolsek Jenar, AKP Suparjono mengatakan, pihaknya yang mengalirkan listrik tahun lalu. Ia bersama jajarannya sementara ini hanya bisa mengunjungi keluarga miskin tersebut dengan membawakan semako.

"Sekitar satu tahun lalu anggota kami menyalurkan listrik kerumah ini, namun karena ibu Kadiman meminta agar kabel dilepas kembali, kemungkinan Mbah Dasir (ibu Kadiman) saat ini mengalami depresi," ungkap Suparjono, Jum'at (15/1/2021).

Mengutip Solopos.com - jaringan Ayosemarang, angka kemiskinan di Kabupaten Sragen Jawa Tengah tertinggi se-Solo Raya. Jumlah penduduk miskin di Sragen pada 2020 naik 5.600 jiwa dari 113.800 jiwa pada 2019 menjadi 119.400 jiwa pada 2020. 

Persentase kemiskinan di Sragen pun otomatis naik dari 12,79% menjadi 13,38%. 

“Penyebab naiknya angka kemiskinan dengan persentase paling signifikan itu disebabkan karena dampak pandemi Covid-19,” ujar Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Kamis (17/12/2020).

AYO BACA : Kemendikbud Data Kerusakan Sekolah Usai Gempa di Sulawesi Barat

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar