Sungai Cisanggarung Brebes Mengkhawatirkan, Warga Bikin Tanggul Darurat

  Senin, 18 Januari 2021   Dwi Ariadi
masyarakat sekitar tanggul Sungai Cisanggarung gotong royong membuat tanggul darurat, Minggu (17/1/2021).(dok.Diskominfotik Brebes)

BREBES, AYOTEGAL.COM -- Tanggul sungai Cisanggarung di Desa Pekauman, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes tergerus di sejumlah titik. 

Debit air yang tinggi dan deras mengikis tanggul di beberapa titik, bahkan ada yang hanya tinggal satu meter dari tebing pengaman sungai.

Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar sungai resah, mengkhawatirkan tanggul jebol. Sebagai antisipasinya,  masyarakat sekitar tanggul bahu membahu bekerja bakti membuat tanggul darurat dari karung karung yang diisi tanah, Minggu (17/1/2021).

Kerja bakti  tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur BPBD, DPSDAPR, TNI, Polri,  Pemuda Pancasila, Banser, dan Relawan lainnya.

AYO BACA : Prakiraan Cuaca Tegal Raya 18 Januari 2021, Diguyur Hujan dan Waspadai Gelombang Tinggi

Wakil Bupati (Wabup) Brebes Narjo yang hadir secara langsung di lokasi menjelasksn, tanggul di sepanjang Desa Pekauman dibangun sejak 36 tahun silam, sehingga sudah rapuh dan perlu adanya perbaikan permanen. 

Untuk itu, Pemkab Brebes berkordinasi dengan seluruh pihak terkait, terutama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk penanganan tanggul kritis tersebut,  

"Kondisi tanggul sudah rapuh, jika hanya penanganan darurat seperti sekarang ini, belum aman bagi masyarakat. Jalan terbaik harus direhab," ujar Narjo

Menurut Narjo,  masyarakat Kecamatan Losari masih trauma dengan banjir yang pernah terjadi di 2018 akibat jebolnya tanggul kali Cisanggarung. Solusinya, pihak-pihak terkait harus sigap dalam mengatasi permasalahan tanggul tersebut.

AYO BACA : Tongkang Terdampar di Pantai Pulau Kodok Tegal, Tabrak Anjungan Warung

Dalam kesempatan itu, Narjo didampingi Asisten I Setda Brebes Apriyanto Sudarmoko mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah meluangkan waktu guna kerja bakti. 

Narjo mengajak masyarakat untuk tetap waspada seraya berdoa agar  permasalahan tanggul dapat diselesaikan sehingga Losari, Brebes tetap aman.

Sementara Kepala Desa Pekauman, Warno mengatakan, semula tanggul memiliki ketebalan sekitar dua meter tapi karena debit air selalu tinggi dan arusnya deras, maka tanggul di desanya terkikis dan hanya menyisakan satu meter. 

Hal tersebut membuat warga sangat resah dan berinisiatif melakukan kerja bakti pembuatan tanggul darurat.

Tanggul darurat dibuat dengan cara menumpuk ribuan karung berisi tanah, yang dipasang ditanggul yang kondisinya sangat parah.

AYO BACA : Bantu Korban Banjir di Warureja, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Galang Dana

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar