Nasib Pantai-pantai di Kota Tegal yang Tergerus Ombak

  Rabu, 20 Januari 2021   Lilisnawati
Pengunjung Pantai Pulau Kodok saat berselfie di patung kodok, Selasa (19/1/2021). (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL, AYOTEGAL.COM -- Masyarakat di pesisir pantura Kota Tegal masih dihantui bencana abrasi yang kerap mengancam tiap tahunnya.

Abrasi juga mengancam sejumlah objek wisata pantai di Kota Tegal. Di antaranya Pantai Batamsari, Pantai Komodo dan Pantai Pulau Kodok.

Terlebih saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Seperti gelombang tinggi yang kerap terjadi di Perairan Utara Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai 4 meter.

Kemudian rob yang tak hanya datang sesekali. Tak pelak, jika kondisi pantai di Kota Tegal memperihatinkan.

Seperti di Pantai Pulau Komodo, gelombang tinggi hingga pasang merusak warung-warung, termasuk ikon pantai tersebut.

Ketua Pokdarwis Pantai Pulau Komodo, Teguh Sapari mengatakan, ada 3 warung yang rusak akibat dihantam ombak besar beberapa waktu lalu.

"Ombak juga rusak patung komodo yang jadi ikonnya. Terus akses jalan juga jadi rusak," katanya, Senin (19/1/2021).

Menurtnya, kondisi groin yang ada di sepanjang pantai di Kota Tegal memang sudah pendek. Akibatnya, gelombang tinggi lebih mudah masuk ke pemukiman.

Hal serupa juga terjadi di Pantai Pulau Kodok. Gelombang pasang maupun gelombang tinggi kerap masuk ke daratan dan merusak akses jalan.

Pihak pengelola wisata pun inisiatif membangun tanggul sementara dari kantong kerosok yang diisi pasir untuk mencegah air laut masuk ke daratan.

Ketua Pokdarwis Pantai Pulau Kodok, Kasiran (47) mengatakan, Pantai Pulau Kodok menjadi salah satu pantai yang langganan tergenang rob.

"Ya kalau lagi rob, bisa sampai masuk ke warung-warung dan merusak jalan. Ini kita inisiatif buat tanggul sementara supaya air laut ga masuk ke daratan," tuturnya.

Kasiran juga berharap, pemerintah segera membangunkan tanggul dan batu pemecah gelombang untuk mencegah air laut mudah ke daratan.

Sedangkan di Pantai Batamsari, sejumlah anjungan warung rusak akibat dihantam ombak.

Minimnya groin dan tidak adanya sabuk pantai juga menjadi alasan air laut semakin mengikis daratan.

"Kalau cuaca lagi jelek, air laut bisa sampai ke daratan. Kemarin ada beberapa anjungan warung yang rusak karena ombak," ucap seorang petugas Asep (36).

Sementara di kesempatan yang berbeda, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat meninjau kondisi pantai-pantai di Kota Tegal mengatakan, memang perlu secepatnya dibangun tanggul dan batu pemecah gelombang di sepanjang pantai di Kota Tegal.

Pihaknya juga segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pembangunan sabuk dan batu pemecah ombak.

"Ini memang harus segera dibuatkan tanggul dan pemecah gelombang. Karena bagaimana pun itu bisa berfungsi menahan ombak besar," ujarnya saat meninjau tongkang terdampar di Pulau Kodok, Selasa (19/1/2021). 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar