6 Rumah Rusak Berat dan 20 Retak Akibat Tanah Gerak di Sirampog Brebes

  Rabu, 20 Januari 2021   Fitria Rahmawati
Kondisi rumah warga yang rusak dan harus dirobohkan akibat tanah bergerak‎ di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Brebes. (Suara.com/F Firdaus)

BREBES, AYOTEGAL.COM - Camat Sirampog, Lukman Hakim mengatakan, terdapat 26 rumah dan dua fasilitas umum yang rusak karena tanah bergerak di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Dari kerusakan tersebut, enam rumah harus dirobohkan karena rusak berat, sisanya mengalami keretakan.

Kejadian tanah gerak tersebut berlangsung pada Rabu (13/1/2021) dan masih terus terjadi hingga hari ini. Setidaknya sudah ada 60 warga yang mengungsi.

Bencana alam tersebut melanda setelah hujan deras di wilayah setempat. Pergerakan tanah membuat tembok rumah-rumah warga retak dan ambles.

"Ada 26 rumah, satu masjid dan satu TPQ (Tempat Pengajian Alquran) yang rusak," kata Lukman kepada Suara.com - jaringan Ayotegal, Rabu (20/1/2021).

AYO BACA : Kapal Terbalik, 6 ABK Hilang di Pemalang

Jumlah bangunan yang rusak itu menurut Lukman bertambah dari jumlah kerusakan saat tanah bergerak pertama kali terjadi pada Rabu (13/1/2021) lalu.

"Waktu awal terjadi ada 23 rumah warga yang rusak. Jumlahnya terus bertambah,” ujar Lukman.

‎Lukman mengatakan, dari 26 rumah yang rusak, enam di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga harus dirobohkan.

Seluruh rumah yang rusak tersebut juga terpaksa ditinggalkan penghuninya untuk menghindari adanya korban jiwa.

AYO BACA : Ternyata Rizieq Shihab Pernah Positif Covid-19

Total terdapat 42 kepala keluarga yang tinggal di wilayah yang terjadi tanah bergerak dengan 26 di antaranya sudah terdampak.

Terkait kemungkinan ‎warga direlokasi ke tempat yang lebih aman, Lukman mengatakan langkah itu masih menunggu kajian geologi.

"Dari pemkab menunggu kajian geologi dulu sebelum menentukan relokasi atau tidak. Kalau memang harus direlokasi, kami akan cari tempat yang aman," ujarnya.

Menurut Lukman, pihaknya juga sudah menyiapkan tempat pengungsian untuk warga yang terdampak, salah satunya di gedung sekolah dasar. Namun warga memilih mengungsi ke tempat saudara atau tetangga.

"Warga belum tahu sampai kapan mengungsi, tapi ke depannya bagaimana tetap harus kami pikirkan," ujarnya.

AYO BACA : Bioskop nang Kota Tegal Entuk Dibuka Maning, Aturane Luwih Ketat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar