Duh, Kota Tegal Terima Vaksin Sinovac Tidak Sesuai Alokasi

  Senin, 25 Januari 2021   Adib Auliawan Herlambang
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi bersama Forkopimda Kota Tegal cek kedatangan vaksin, Minggu (24/1/2021) (Istimewa).

TEGAL, AYOSTEGAL.COM -- Sebanyak 4.000 dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac tiba di Kota Tegal, Minggu (24/1/2021). 

Sayangnya, jumlah vaksin yang diterima berkurang dari alokasi awal.

Jumlah vaksin yang diterima tersebut total 4.000 dosis, berkurang dari jumlah alokasi vaksin yang rencananya akan diterima Kota Tegal yakni sebanyak 5.960 dosis‎. 

Berkurangnya jumlah tersebut karena vaksin yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sudah habis setelah didistribusikan ke daerah-daerah. Kota Tegal merupakan yang terakhir kali mengambil. 

"Rencananya kita mengambil 5.960‎ vaksin, tapi kita dikasih sementara‎ ini tahap pertama 4.000," ujar Wakil Wali Kota Tegal‎ Mohamad Jumadi, Minggu (24/1/2021).

Jumadi mengatakan, vaksinasi akan mulai dilakukan Senin (25/1/2021). Pencanangannya akan dilakukan di RSUD Kardinah.

"Nanti ada 10 pejabat dan tokoh masyarakat yang akan disuntik pertama kali saat pencanangan," ujarnya.

Setelah 10 pejabat dan tokoh masyarakat, vaksinasi selanjutnya dilakukan terhadap tenaga kesehatan di 13 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang ‎sudah ditunjuk sebagai tempat vaksinasi.

"Setiap fasyankes per hari minimal 200 orang tenaga kesehatan yang divaksin. Mudah-mudahan lancar. Semua sudah siap," ujarnya.

Jumadi menyebut, vaksinasi tahap pertama terhadap seluruh tenaga kesehatan ditargetkan selesai pada‎ 28 Januari 2021.

"Pokoknya 4 hari sudah kelar," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Sri Primawati Indraswari mengatakan, 2.967 tenaga kesehatan sudah didaftarkan untuk disuntik vaksin pada tahap pertama.

"Nanti kalau ada yang belum terdaftar bisa ikut gelombang berikutnya. Itu kalau memang belum terdaftar, tapi mudah-mudahan semua sudah terdaftar," jelasnya.

Menurut Prima, vaksinasi dipercepat menjadi 25 Januari 2021 dari rencana semula pada 14 Februari‎ 2021. Vaksinasi ditargetka sudah selesai pada 28 Januari 2021.

"Ini dipercepat karena arahan menkes. Kalau pakai skenario lama, hanya 15 orang per hari, setahun saja nggak kelar itu. Padahal kan virus ini terus ada. Nah vaksinasi ini harapannya bisa membentuk hard immunity,‎" ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar