Mahasiswa KKN UIN Walisongo Latih Anak-anak Seni Kaligrafi

  Selasa, 26 Januari 2021   Dwi Ariadi
Pelatihan seni kaligrafi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.(dok)

BALAPULANG, AYOTEGAL.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah Ke-XI (KKN MIT DR) UIN Walisongo Semarang, mengadakan pelatihan seni kaligrafi pada anak - anak dan remaja di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Minggu (24/1/2021).

Penggagas kegiatan pelatihan kaligrafi Sugito mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencari bibit - bibit unggul  yang mampu menguasai kaligrafi.

"Ilmu kaligrafi di era teknologi seperti sekarang ini perbandingannya 1001, kegiatan ini harus tetap dilanjutkan sampai menemukan bibit - bibit unggul", ungkapnya.

Sugito merasa bahagia dengan adanya mahasiswa KKN yang ikut membantu menjadi tutor dalam mensukseskan kegiatan ini.

" Para pemuda desa di sini sangat butuh temen - temen mahasiswa untuk memberikan ilmunya, khususnya dalam ilmu pelatihan kaligrafi", lanjutnya.

Pelatihan ini sudah lama tidak berjalan dan baru dimulai kembali akhir-akhir ini, dilaksanakan setiap satu Minggu sekali tepatnya di hari Minggu pagi. Peserta kegiatan ini diperuntukan untuk anak MI dan MTs.

Koordinator kegiatan Fajri mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu strategi dalam menyebarkan dakwah Islam dengan cara mencintai seni islam.

"Salah satu tujuan pelatihan ini untuk mengembangkan dan menyebarluaskan seni Islam, karena dengan memberikan seni Islam kita juga akan menyebarkan Islam itu sendiri,"ungkapnya.

Akibat dari vakumnya kegiatan ini, menjadikan kendala dalam mencari generasi penerus yang benar-benar tertarik dengan kaligrafi.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah lama tidak berjalan di desa ini, sehingga anak-anaknya pun baru dan perlu belajar dari awal lagi", lanjutnya.

Harapan dari suksesnya kegiatan ini disamping melahirkan generasi baru yang cinta dengan kaligrafi juga untuk memperkenalkan Islam dengan cara yang berbeda.

"Generasi muda bisa cinta dengan seni islam dan bisa menyebarluaskan virus-virus kaligrafi. Jadi kaligrafi tidak hanya masuk di masjid saja tapi bisa masuk ke semua tempat, mungkin di mall kita bisa berikan kaligrafi kontemporer dan bisa memperkenalkan Islam dengan Islam yang lebih indah", pungkasnya.

Misbakhul Anwar, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar