Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berikan Bimbinga Belajar Gratis kepada Anak-anak SD Danawarih

  Jumat, 05 Februari 2021   Dwi Ariadi
Kegiatan bimbingan belajar bersama anak-anak SD di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jum'at (5/2/2021).(dok)

BALAPULANG, AYOTEGAL.COM -- Di masa pandemi Covid-19 yang terus mengalami peningkatan kasus membuat Mendikbud Nadiem Makarim menerbitkan surat edaran Nomor 3 Tahun 2020 terkait  Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan yang berisi panduan langkah-langkah pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan pendidikan. 

Melalui surat edaran tersebut Mendikbud memutuskan bahwa sekolah melakukan kegiatan belajar secara daring yang mengharuskan siswa untuk belajar dari rumah hingga awal tahun 2021. 

Menyikapi hal tersebut mahasiswa KKN MIT DR UIN Walisongo Semarang, Syivana lutfia membuat sebuah program bimbingan belajar gratis guna mendukung serta mengoptimalkan sistem pembelajaran daring, Jum'at (5/2/2021).

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang kelompok 64 melakukan bimbingan belajar gratis pada anak-anak SD dan SMP di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. 

Pertemuan pembelajaran diadakan setiap hari dengan jadwal yang telah disepakati bersama siswa, dengan mata pelajaran yang bervariasi sesuai kurikulum terbaru yang ada. 

"Pembelajaran daring merupakan salah satu dampak akibat pandemi virus Corona, banyak masyarakat yang masih merasa kesulitan dengan adanya sistem pembelajaran baru ini. Oleh karena itu saya mengadakan program bimbingan belajar gratis bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran daring di desa saya sendiri" ujar syivana lutfia selaku koordinator kegiatan. 

Dijelaskan, materi pembelajaran disesuaikan dengan modul dari sekolah dan diajarkan dengan cara membahas setiap materi yang ada menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa dan dengan cara penyampaian yang menarik. 

Para siswa sangat senang dan terbantu dengan adanya program bimbel gratis ini. Mereka bisa bertanya dan memahami dengan baik materi yang diberikan.

“Saya merasa terbantu dengan adanya program bimbel gratis ini. Saya jadi lebih cepat mengerjakan tugas dan lebih memahami materi dari pada ketika belajar sendiri di rumah, penjelasan materi di bimbel gratis ini sangat menarik dan menyenangkan.” ujar khumairoh siswa kelas 6 SD.

Selain anak-anak, orang tua siswa pun merasa ikut terkena dampaknya. Orang tua siswa yang sebelumnya merasa kesulitan dalam mendampingi belajar anaknya sekarang sudah merasa terbantu. 

"Semoga ke depannya program ini akan tetap berlanjut dan dapat berkembang agar anak-anak di desa ini tetap paham akan materi sekolah meskipun dilakukan dirumah,” ujar Siti ibu dari salah satu siswa.

Syifana Lutfia, mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar