Masih Banyak Perusahaan Buang Limbah di Bengawan Solo

  Rabu, 17 Februari 2021   Fitria Rahmawati
Aliran Sungai Bengawan Solo. [Suara.com/Ari Purnomo]

 

SEMARANG, AYOTEGAL.COM - Sebanyak 10 perusahaan sudah diberi kesempatan untuk memperbaiki instalansi pengelolaan air limbah (IPAL) dan tidak membuang di Sungai Bengawan Solo. Ternyata itu diabaikan. Hingga kini, perusahaan tersebut ngeyel masih menyalurkan limbahnya ke sungai sepanjang 548,53 kilometer itu.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo berjanji tak akan tinggal diam dengan kejadian tersebut. Ia meminta Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Solo untuk menindaklanjuti permasalahan itu. Hanya saja, Politikus PDI Perjuangan itu tak menyebut daftar 10 perusahaan tersebut.

“Tadi saya ingatkan yang di Bengawan Solo. Kurang lebih ada 10 perusahaan yang masih ngeyel. Ini sudah kita beri kesempatan 1 tahun kemarin, maka kita koordinasi dengan pusat agar mereka memperbaiki atau kita pidanakan,” tegas Ganjar dilansir dari Semarangpos.com di Semarang dalam Suara.com - jaringan Ayotegal, Selasa (16/2/2021).

Ganjar berharap para pengusaha itu konsisten dengan janjinya untuk tidak lagi membuang limbah ke Bengawan Solo. Ia juga meminta para peternak menjaga aliran sungai terpanjang di Jawa itu dari pembuangan limbah.

AYO BACA : Rizki Tewas Hanyut di Pantai Congot Cilacap

“Saya sudah kasih kesempatan, mudah-mudahan para pengusaha yang ada di situ tidak lagi membuang limbah ke Bengawan Solo.  Termasuk para peternak yang kemarin membuang bangkai ternak atau limbah ke sana,” kata Ganjar.

Jalan Rusak

Dalam Rapat Koordinasi Kebencanaan itu, Ganjar juga menyoroti tentang kondisi banyaknya jalan yang rusak di Jateng.

Untuk penanganan jalan rusak, terutama selama cuaca ekstrem, Ganjar pun mempertanyakannya kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Jateng-DIY.

“Jadi nanti area-area tertentu saya minta untuk mendapatkan perhatian, seperti di Kaligawe Semarang, Genuk sampai Sayung. Kemudian Pekalongan. Mana yang belum beres? Terus kemudian ada Kudus, Pati, ini daerah yang menjadi perhatian di wilayah pantura,” tuturnya.

AYO BACA : Anjlok Rp13.000, Harga Emas 17 Februari Rp 922.00

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar