Preman Gempas Karanganyar Kebumen Bagikan Beras untuk Wasrga yang Membutuhkan

  Jumat, 19 Februari 2021   Fitria Rahmawati
Sekelompok pemuda dari perkumpulan Gembel Pasar Karanganyar (Gempas Karanganyar) menggelar bakti sosial membagikan sedikitnya 2 ton beras kepada masyarakat ekonomi rentan di Kebumen, Kamis (18/2/2021). [HESTEK/ M Hafied via Suara.com]

KEBUMEN, AYOSEMARAMNG.COM - Boleh jadi preman, taapi tak lupa teman. Itulah yang bisa menggambarkan sekelompok pemuda yang tergabung dalam Gembel Pasar Karanganyar (Gempas Karanganyar) Kabupaten Kebumen. Meski dikenal sangat, mereka membagikan besar 2 ton untuk warga yang berhak mendapatkan bantuan, Kamis (18/2/2021).

Dilansir dari Hestek.id dalam Suara.com - jaringan Ayotegal, Pembina Gempas Karanganyar, Heksa Heri Sukarno mengaku, dia ingin menghapus stigma negatif masyarakat tentang preman. Untuk itu, kegiatan baksos ini sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang cukup terdampak ekonominya akibat pandemi.

“Kita merasa prihatin, sudah setahun terdampak pandemi. Kadang ada yang dapat uang untuk kebutuhan sehari-hari bahkan tidak dapat uang sama sekali,” kata dia disela kegiatan.

Para tukang becak, ojek pangkalan, sopir angkutan serta pedagang kaki lima yang kedapatan sedang mangkal disekitar Kompleks Pasar Karanganyar, Kebumen tak luput dari aksi bakti sosial tersebut.

Heksa menjelaskan, sumber dana baksos merupakan hasil akumulasi uang kas yang dihimpun setiap bulan oleh para anggota Gempas Karanganyar.

“Teman-teman mengumpulkan setiap bulan untuk dibelanjakan beras. Jadi tidak untuk sekarang ini saja, misal ada temen kami yang sakit, bisa pakai uang kas itu untuk berobat atau menjenguk,” jelas Heksa.

Sebanyak 350 paket, berisi 5 kilogram beras dibagikan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Bahkan, jauh hari sebelum pelaksanaan, para preman itu menyebar kupon paket bantuan guna menghindari kerumunan.

“Kita pilah-pilih dulu mana yang memang membutuhkan, dengan cara pakai girig (kupon, red) supaya tidak berdesakan karena lagi musim corona seperti ini,” ujarnya.

Seorang pengayuh becak, Janarko (56) merasa berterimakasih atas perhatian yang diberikan. Ia tak menyangka pemuda yang selama ini dilabel jelek justru memiliki kepekaan sosial dengan menggelar bakti sosial.

“Saya berterima kasih sekali, awalnya kaget diberikan kupon beras dari mereka. Kok masih mau memikirkan orang susah cari nafkah sekarang dengan bagi sembako,” ucapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar