Ikhitiar Hadapi Pandemi dan Bencana, FKUB Kabupaten Tegal Gelar Doa Bersama

  Minggu, 21 Februari 2021   Dwi Ariadi
Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tegal menggelar doa bersama dan dialog keagamaan di Pendopo Amangkurat(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM  – Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tegal menggelar doa bersama dan dialog keagamaan di Pendopo Amangkurat, Jumat (19/2/2021) sore.

Di hadapan sejumlah tokoh FKUB serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal, Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, kebersatuan umat beragama dalam menghadapi musibah bencana alam hingga pandemi Covid-19 adalah hal yang penting.

''Sebagai insan yang beriman kepada Tuhan, maka kebersatuan kita dalam doa, memohon ampun serta pertolongan kepada Sang Pencipta agar terhindar dari segala musibah dan bencana adalah ikhtiar batin yang terbaik. Karena dalam hidup dan menjalani kehidupan di dunia ini kita membutuhkan berkah dan rahmat dari Tuhan sebelum akhirnya kita berpulang kepada-Nya,” kata Umi.

Dalam kesempatan itu, Umi mengingatkan jika setiap musibah dan bencana yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Tuhan, bagian dari cara Tuhan mengingatkan umat manusia. 

Pandemi Covid-19, lanjut Umi, juga bagian dari pesan Tuhan kepada umatnya agar senantiasa instropeksi diri, menilai diri sendiri apakah sudah benar-benar amanah menjaga bumi ini.

“Mungkin saja selama ini kita tidak benar-benar menjadi khalifah di muka bumi, sehingga Tuhan memberikan teguran kepada kita agar kembali menjalankan pesannya dengan benar,” ungkapnya.

AYO BACA : Banjir di Pekalongan, ACT Tegal dan MRI Salurkan Bantuan Makanan Siap Santap

Menurut Umi Azizah, banyak hikmah dan pembelajaran yang bisa diambil dari musibah kemanusiaan ini. Wabah Covid-19 yang telah mendisrupsi kehidupan ekonomi justru mampu menumbuhkan gerakan sosial masif dan terbesar yang pernah ada.

''Mulai dari donasi alat pelindung diri, dukungan moral kepada tenaga medis dan penderita Covid-19 hingga kesetiakawanan sosial yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya,''katanya.

''Dan, itu dilakukan tanpa memandang perbedaan kelas maupun keyakinan guna saling melindungi dan menyayangi, melawan Covid-19,''lanjutnya.

Senada dengan itu, Kabagren Polres Tegal, AKP Dwija Utama yang hadir mewakili Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang mengatakan, melihat perkembangan kasus Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, pihaknya akan terus mendukung dan mengawal setiap kebijakan dan upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani dan mengendalikan penularan Covid-19.

Adapun Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal Sukarno menambahkan, acara doa bersama lintas agama ini adalah bagian dari wujud persatuan bangsa. 

Menurutnya, serangan wabah Covid-19 berserta dampaknya dan musibah bencana alam yang terjadi tidak hanya menyerang golongan tertentu saja, melainkan semuanya.

“Dalam situasi seperti ini, kebersatuan energi umat melalui kekuatan doa dan filantropinya diharapkan mampu mencegah datangnya kembali musibah bencana dan Covid-19 pun bisa segera berakhir,''tandas Sukarno.

AYO BACA : Bentuk Napi Terampil, Lapas Slawi Bertekad Jadi Sentra Produksi Sarung Goyor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar