Brebes Terpilih Jadi Pusat Pembibitan Mangrove Berskala Besar dan Modern

  Rabu, 24 Februari 2021   Dwi Ariadi
Peninjauan calon lokasi tempat pembibitan mangrove di Desa Randusanga Kulon dan Desa Kaliwlingi Brebes, Selasa (23/2/2021). (dok.Diskominfotik Brebes)

BREBES, AYOTEGAL.COM -- Kabupaten Brebes terpilih menjadi pusat pembibitan dan pengembangan mangrove skala besar dan modern.
 
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Sahat M Panggabean saat meninjau calon lokasi tempat pembibitan di Desa Randusanga Kulon dan Desa Kaliwlingi Brebes, Selasa (23/2/2021). 

"Kami sampaikan, bahwa Presiden Joko Widodo menginginkan adanya Pusat Penyemaian Mangrove berskala besar dan modern, oleh karena itu jajaran Kementerian telah menggelar rapat yang hasilnya memilih Kabupaten Brebes menjadi salah satu tempat pusat pembibitan tersebut, " ungkap Sahat. 

Sahat mengatakan, dari hasil kordinasi bersama dinas terkait ternyata Desa Rangdusanga Kulon dan Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes sangat memungkinkan untuk program tersebut. 

''Ini artinya, dengan dibangunnya pusat pembibitan mangrove berskala besar dan modern akan mengangkat Brebes di tingkat nasional bahkan internasional. Karena pusat pembibitan ini akan menjadi percontohan dan pusat kajian yang akan banyak dikunjungi daerah lain bahkan negara lain yang ingin belajar tentang Mangrove,''katanya. 

Kunjungan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kementrian Kemaritiman dan Investasi didampingi Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi Kebijakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Kunjungan selama dua hari tersebut, sebelumnya diterima Bupati Brebes Idza Priyanti di Pendopo Bupati, dan kunjungan lapangan diterima dan didampingi langsung Wakil Bupati Brebes Narjo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Brebes Apriyanto Sudarmoko, dan beberapa Kepala OPD terkait.

Sementara, Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim KLHK, Choirul Akhmad mengatakan, berdasarkan dari kordinasi yang telah dilakukan bersama dinas terkait di Kabupaten Brebes, untuk Desa Randusanga Kulon seluas 10 hektare, layak dijadikan pusat pembibitan mangrove. 

Menurut Choirul, lokasi yang berdekatan dengan tempat wisata sangat tepat dan menguntungkan karena bukan hanya sekedar tempat penyemaian mangrove namun juga dapat dikembangkan sebagai tempat wisata edukasi dan akan banyak dikunjungi oleh mereka yang akan belajar tentang mangrove.

Narjo mengaku gembira dan bangga karena Brebes bakal menjadi pusat pembibitan Mangrove, sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan kawasan pantai. 

"Adanya keterlibatan masyarakat setempat pada pembibitan mangrove, akan bernilai manfaat yang tinggi," tandas Narjo. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar