Kilas Balik Kebijakan-kebijakan Kota Tegal dalam Penanggulangan Covid-19

  Kamis, 04 Maret 2021   Lilisnawati
Suasana di Jalan Proklamasi, akses keluar masuk Kota Tegal saat hari pertama PSBB, Kamis (23/4/2020). (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM -- Pandemi Covid-19 genap satu tahun berlangsung di Indonesia, Selasa (2/3/2021).

Hal itu merujuk 2 kasus perdana Covid-19 yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Di Kota Tegal sendiri, kasus pertama ditemukan pada 24 Maret 2020, seorang warga Kelurahan Slerok yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Uni Emirat Arab.

Pemerintah Kota Tegal kemudian menerapkan kebijakan local lockdown atau isolasi wilayah pada 30 Maret 2020. Dalam kebijakan itu, Pemkot Tegal menutup sejumlah akses masuk ke Kota Tegal.

Ada sebanyak 35 ruas jalan yang ditutup, termasuk penutupan di jalur perbatasan antara Kota Tegal dengan daerah sekitarnya.

Wali Kota Tegal Dedy Yon mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah Pemkot Tegal dalam mengamankan Kota Tegal dari penyebaran Covid-19.

Telebih, Kota Tegal sudah masuk zona merah usai satu warga Kota Tegal dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Selanjutnya, Pemkot Tegal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 23 April sampai 23 Mei 2020.

Dalam kebijakan itu, sejumlah aktivitas masyarakat dibatasi, di antaranya rumah ibadah ditutup, kegiatan perkantoran ditutup kecuali, perkantoran di bidang kesehatan, logistik, perbankan, namun harus menyediakan tempat cuci tangan dan cek suhu tubuh.

Selain itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah juga diberhentikan. Begitu juga empat hiburan semuanya ditutup dan lain sebagainya.

Usai berakhirnya pemberlakuan PSBB, Pemkot Tegal kemudian menerapakan new normal life pada 30 Mei sampai Juni 2020.

Dalam kebijakan tersebut, tempat-tempat publik wajib menerapkan protokol kesehatan dan dijaga petugas gabungan.

Bukan hanya itu, Pemkot Tegal juga ikut mendukung kebijakan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, 2 Hari Jateng di Rumah Saja dan saat ini PPKM berskala Mikro.

Laju penyebaran virus korona di Kota Tegal pun sudah mulai terkendali. Hal itu menyusul dengan kesadaran masyarakat menetapkan ptotokol kesehatan dan sejumlah kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat serta dimulainya program vaksinasi.

Dari catatan Dinas Kesehatan Kota Tegal, hingga Rabu (3/3/2021), Kota Tegal masih tersisa 16 kasus aktif.

"Masih ada 16 kasus aktif. 5 orang masih dirawat dan 11 lainnya isolasi mandiri," ungkap Kepala Dinas Kesehatan dr Sri Primawati melalui pesan Whatsapp, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, angka kesembuhan di Kota Tegal juga sudah mencapai 93,49%. Sementara mortality rate atau angka kematian sebesar 5,75%.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar