Satgas Pamtas Yonif 407/PK Sita Gula Ilegal ''Made In Malaysia''

  Sabtu, 13 Maret 2021   Dwi Ariadi
Penyerahan barang bukti gula ilegal dilakukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat,(dok.Yonif 407)

ADIWERNA, AYOTEGAL.COM - Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 407/Padmakusuma (PK) menyerahkan barang bukti penyelundupan berupa 20 kg gula ilegal merek CSR Made in Malaysia kepada pihak Bea Cukai Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebagaimana rilis yang diterima Ayotegal.com, Sabtu (13/3/2021) gula tersebut merupakan hasil temuan anggota Pos Sei Tekam Satgas Pamtas Yonif 407/PK di jalan tikus di Desa Sei Tekam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar, saat melaksanakan patroli.

Penyerahan barang bukti dilakukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang diserahkan langsung oleh Pabintal Satgas Lettu Inf Thoriq Husaein dan diterima oleh Gery Riokadapi, selaku Pejabat Fungsional Ahli pertama KPPBC TMP C Nanga Badau, Jumat (12/03/21)

Dalam acara tersebut, Lettu Inf Thoriq Husaein selaku Pabintal Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 407/PK menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin antara instasi terkait, sehingga penyerahan barang bukti hasil operasi Satgas berupa Gula CSR seberat 20 Kg bisa dilaksanakan dengan lancar. 
"Semoga ke depan jalinan sinergitas ini tetap berjalan dengan baik, guna mencegah masuknya barang ilegal melalui jalan tidak resmi,"katanya.

Sementara itu, Gery Riokadapi selaku Pejabat Fungsional Ahli Pertama Bea dan Cukai Nanga Badau, mengucapkan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif 407/PK yang telah menyerahkan barang bukti hasil Operasi berupa gula ilegal merk CSR made in Malaysia sebanyak 20 kg tersebut. 

"Semoga dari penyerahan hasil Operasi Satgas Pamtas Yonif 407/PK ini sinergitas yang sudah terjalin tetap dipertahankan sebagai bukti kerja sama yang baik," ujarnya.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 407/PK, Letkol Inf Catur Irawan sangat mengapresiasi keberhasilan penggagalan penyelundupan ini yang merupakan hasil kerja keras dari anggota yang terus berupaya untuk mencegah terjadinya kegiatan penyelundupan di wilayah perbatasan.

"Upaya yang telah dilakukan anggota Satgas merupakan bentuk pengamanan wilayah perbatasan RI-Malaysia terutama di jalur non prosedural dari berbagai kegiatan dan lalu lintas barang ataupun orang secara Ilegal," ujarnya.

Dansatgas menambahkan, selanjutnya barang bukti yang sudah diserahkan Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 407/PK kepada Bea Cukai Nanga Badau akan dimusnahkan karena tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Hadir pada acara tersebut anggota staf Bea dan Cukai Wilker Nanga Badau, Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 407/PK, SGI Tim V/KH, serta Karantina Pertanian Nanga Badau.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar